Muhammadiyah Undang Jokowi-Prabowo Ceramah di Sidang Tanwir

CNN Indonesia | Senin, 11/02/2019 16:28 WIB
Muhammadiyah Undang Jokowi-Prabowo Ceramah di Sidang Tanwir Muhammadiyah meminta Jokowi dan Prabowo memaparkan pemikiran tentang peran keumatan Indonesia di sidang Tanwir yang mengusung tema Beragama yang Mencerahkan. (REUTERS/Darren Whiteside)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengurus Pusat Muhammadiyah bakal menghelat sidang Tanwir di Bengkulu, pada 15-16 Februari mendatang. Joko Widodo dan Prabowo Subianto diundang ke forum sidang tertinggi Muhammadiyah itu untuk memaparkan pemikirannya tentang peran keumatan Islam di Indonesia.

Sidang Tanwir mengusung Beragama yang Mencerahkan lantaran Muhammadiyah melihat gejala politisasi agama di masyarakat, terutama berkenaan dengan kontestasi pemilu yang tengah berjalan.

"Karena ada gejala dalam realitas sosial kita, terutama menjelang perhelatan politik kita jelang 17 April, ada gejala yang kita tengarai berkaitan dengan spiritualisasi agama, komodifikasi agama dan politisasi agama," kata Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti di kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Senin (10/2).

Ada empat agenda utama dalam sidang Tanwir di Bengkulu nanti.


Pertama, sidang Tanwir akan membahas hal-hal yang berkaitan dengan keorganisasian. Salah satunya adalah perubahan anggaran dasar rumah tangga yang sudah dibahas dalam rapat pleno sebelumnya.

"Tinggal disahkan," ucap Mu'ti.

Kedua, akan ada penyampaian pokok-pokok pikiran Muhammadiyah tentang kehidupan keumatan dan kebangsaan. Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir akan menjabarkan hal itu.

Ketiga adalah ceramah dari Jokowi dan Prabowo. Mu'ti menegaskan pihaknya mengundang Jokowi dan Prabowo sebagai tokoh nasional, bukan sebagai calon presiden.

"Karena kalau capres kita undang, kemudian diselenggarakan di kampus, itu tidak sesuai dengan aturan," ucap Mu'ti.
Muhammadiyah Undang Jokowi-Prabowo Ceramah di Sidang TanwirKetua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nasir di sidang Tanwir 2017. (ANTARA FOTO/Embong Salampessy)


Mu'ti berharap Jokowi dan Prabowo memaparkan pemikirannya dan sesuai dengan tema sidang Tanwir, yakni Beragama yang Mencerahkan. Oleh karena tak diundang dalam kapasitasnya sebagai capres, maka Jokowi dan Prabowo diharapkan tidak bicara soal politik elektoral.

"Harapan kami beliau berdua dapat menyampaikan pokok pokok pikiran bagaimana agama itu hadir dan lebih bermakna dalam praktik penyelenggaraan negara maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," kata Mu'ti.

Muhammadiyah hingga kini masih menunggu konfirmasi kehadiran Jokowi dan Prabowo di sidang Tanwir.

"Surat (undangan) sudah kami sampaikan secara resmi," ucap.

Mu'ti mengaku pihaknya juga sudah menjalin komunikasi dengan pihak Jokowi dan Prabowo. Kala itu, PP MUhammadiyah meyakinkan agar kedua tokoh nasional hadir dan bicara dalam sidang Tanwir di hadapan pengurus seluruh Indonesia. Namun, belum ada kabar positif dari keduanya.

Mu'ti mengatakan panitia sidang Tanwir mengundang Prabowo terlebih dahulu, yaitu pada 15 Februari. Panitia mengagendakan Prabowo untuk bicara pada pukul 13.30 WIB.

Keesokan harinya, panitia mengagendakan Jokowi berpidato. Tepatnya pada Sabtu 16 Februari pukul 13.30 WIB.

"Tapi secara waktu, karena sebagian besar agenda bersifat internal dan menghadirkan pembicara internal persyarikatan , kami relatif fleksibel untuk menyesuaikan jadwal kehadiran beliau berdua," ucap Mu'ti.

Sidang Tanwir rencananya dibuka oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dan akan dihadiri pengurus level pusat hingga level wilayah di seluruh Indonesia.

Perhelatan akbar Muhammadiyah ini merupakan sidang kedua di masa kepemimpinan Haedar Nashir. Sidang Tanwir sebelumnya digelar di Ambon pada 2017.

"Tanwir ini juga akan memutuskan Mengenai tata tertib muktamar , sekaligus mekanisme pemilihan pimpinan di muktamar yang akan datang, yang insya Allah akan dilaksanakan tahun 2020 di Surakarta," ucap Mu'ti.
(bmw/gil)