Dishub DKI: Sistem Satu Arah Beri Ruang Transportasi Massal

CNN Indonesia | Rabu, 13/02/2019 05:10 WIB
Dishub DKI: Sistem Satu Arah Beri Ruang Transportasi Massal Kondisi lalu lintas saat uji coba Sistem Satu Arah. (CNN Indonesia/Aini Putri)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Sigit Widjatmoko menuturkan pemberlakuan Sistem Satu Arah (SSA) di kawasan Dukuh Bawah, Jakarta, bertujuan untuk mengatur ruang gerak pengguna transportasi massal.

"Dukuh Atas kan nanti sebagai transport hub besar nantinya setelah MRT dioperasikan. Jadi perlu ada penataan rekayasa lalu lintas yang terintegrasi," kata Sigit di Balai Kota, Selasa (12/2).

Sigit menjelaskan sistem satu arah yang diterapkan bakal memberi ruang gerak yang lebih luas bagi para pengguna MRT nantinya. Ruang ini menjadi titik temu ataupun transit para pengguna transportasi umum.


"Makanya kita terapkan SSA di sana dengan tujuan memberikan ruang transfer yang lebih besar kepada para pengguna angkutan umum. Kita bicara di situ ada kereta commuter, ada MRT, ada juga TransJakarta ya baik yang koridor maupun yang nonkoridor," jelas Sigit.

Hari ini merupakan hari pertama uji coba SSA. Berdsarkan pantauan Dishub DKI, sejak pagi pukul 09.00 WIB belum ada penumpukan kendaraan dan arus cenderung lancar.

"Ini kan baru diuji coba tadi pagi jam 09.00 dilaksanakan. Ya kita masih evaluasi. Selama pemantauan kita sih belum ada penumpukan lalu lintas," tutup dia.

Diketahui, pelaksanaan uji coba ini akan dilakukan di Landmark sisi selatan yang akan menjadi satu arah dari arah timur ke Barat. Sedangkan, Landmark sisi barat satu arah dari arah selatan ke utara.

Kemudian, Landmark sisi utara (Jalan Galunggung) berlaku satu arah dari arah barat ke timur, dari Simpang Jalan Galunggung (Landmark sisi barat) sampai dengan simpang Jalan Galunggung (Landmark sisi timur/Waduk Setibudi Barat).

Landmark sisi timur (Jalan Setiabudi Tengah) satu arah dari arah utara ke selatan. Terdapat, larangan belok kanan dari arah barat ke selatan pada simpang Galunggung (Landmark Sisi barat).

Terakhir, pengendara juga dilarang belok kanan dari arah timur (Jalan Setiabudi Tengah) ke utara (Jalan Galunggung) pada simpang Setiabudi Tengah dan akan dilakukan penutupan ruas jalan atau akses dari Jalan Sudirman menuju Dukuh Bawah.


(CTR/arh)