Sistem Satu Arah Dukuh Bawah Antisipasi Padatnya MRT dan Ojol

CNN Indonesia | Rabu, 13/02/2019 07:58 WIB
Sistem Satu Arah Dukuh Bawah Antisipasi Padatnya MRT dan Ojol Kadishub Jaksel Christianto ungkap sistem satu arah di kawasan Dukuh Bawah untuk antisipasi kemacetan. (CNN Indonesia/Aini Putri)
Jakarta, CNN Indonesia -- Uji coba penerapan sistem satu arah (SSA) di kawasan Dukuh Bawah, Jakarta Selatan telah dimulai sejak Selasa (12/2). Salah satu tujuan penerapan rekayasa lalu lintas itu adalah untuk mengurangi kemacetan. Kawasan Dukuh Bawah merupakan kawasan perkantoran yang cukup padat di jam sibuk perkantoran.

Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan Christianto menyampaikan selain untuk mengurangi kemacetan saat jam sibuk, tujuan lain dari penerapan satu arah itu adalah untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas karena akan beroperasinya Mass Rapid Transit (MRT).

"Dengan adanya MRT kita prediksi tingkat pergerakan kendaraan dengan orang itu pasti meningkat," ujarnya saat memantau pelaksanaan uji coba SSA di Dukuh Bawah.


Dengan MRT yang rencananya akan mulai beroperasi akhir Maret ini, pengguna ojek online (ojol) juga diprediksikan meningkat mengingat akan banyak pejalan kaki yang memilih menggunakan transportasi umum.


Christianto mengaku ojol tidak bisa dilepaskan sebagai bagian dari transportasi umum yang cukup banyak digunakan oleh masyarakat luas.

Ia mengatakan pihaknya akan meningkatkan jumlah tempat yang lebih efektif untuk para ojol memarkirkan kendaraannya. Kata dia, Sudin Perhubungan Jakarta Selatan juga akan mengintensifkan ketertiban lalu lintas.

Selain MRT, Christianto mengungkapkan tujuan penting penerapan itu adalah untuk menata kawasan transit oriented development (TOD) Dukuh Atas yang nantinya akan dipenuhi angkutan umum termasuk MRT dan LRT. Hal ini dimulai dengan langkah awal menata kawasan Dukuh Bawah.

"Kita ketahui bersama, kawasan Dukuh Atas ini akan menjadi pusat integrasi dari semua angkutan, MRT, LRT. Semua akan dari Dukuh Atas. Ada commuter line," kata Christianto.


Terkait penugasan personel, Christianto mengatakan Dishub menempatkan personel di titik yang rawan menimbulkan kebingungan dan konflik. Petugas akan melihat kekurangan dan kebutuhan dalam penerapan sistem ini.

Sejumlah personel bersama dengan bantuan kepolisian dan petugas Transjakarta akan ditempatkan di lima titik di kawasan Dukuh Bawah.

"Ada lima titik. Ada kepolisian juga. Tiap titik ada tiga orang. Sekitar 15 sampai 20 orang kita dari dishub juga membantu," ujarnya.

Pada uji coba SSA hari pertama kemarin, barrier untuk menutup jalan dari Stasiun Sudirman ke arah Dukuh Bawah telah dipasang. Sejumlah rambu pun terlihat diletakkan untuk membatasi dua jalur dari arah Sudirman ke Manggarai dan Tanah Abang.


Pada sekitar pukul 09.00-10.00 WIB, ruas jalan di Dukuh Bawah terpantau padat namun masih lancar.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dishub DKI Jakarta, Sigit Wijatmoko mengatakan uji coba akan dilakukan hingga 26 Februari dan sistem itu akan diberlakukan secara resmi mulai 27 Februari 2019.

"Sosialisasi dilakukan 28 Januari sampai tanggal 11 Februari. Rencananya, SSA Dukuh Bawah diberlakukan secara resmi pada 27 Februari mendatang," ujarnya.

[Gambas:Video CNN] (ani/DAL)