Ibu Diminta Tak Urus Politik, Sandi Ungkit Kartini-Fatmawati

CNN Indonesia | Rabu, 13/02/2019 11:29 WIB
Ibu Diminta Tak Urus Politik, Sandi Ungkit Kartini-Fatmawati Sandiaga Uno sebut ibu-ibu tak bisa lepas dari urusan politik. (Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno menyatakan bahwa kalangan ibu-ibu tak bisa dilepaskan dari proses politik. Dia merujuk dari perjuangan Kartini dan istri mantan Presiden Soekarno, yakni Fatmawati di masa silam.

Sandi mengutarakan hal tersebut untuk menanggapi Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin yang meminta dirinya agar tidak membawa ibu-ibu dalam kontestasi pilpres 2019.

"Kalo kita lihat yang pertama menjahit bendera merah putih ya adalah ibu-ibu. Ibu Fatmawati. Yang menginisiasi emansipasi ibu-ibu, RA Kartini," tutur Sandi di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu (13/2).


Diketahui, Raden Ajeng Kartini adalah pahlawan nasional Indonesia. Dia dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan pribumi di era penjajahan Belanda.


Fatmawati sendiri adalah istri proklamator kemerdekaan Indonesia, Soekarno. Dia memiliki peran penting di hari kemerdekaan Indonesia, yakni menjahit kain berwarna merah dan putih. Kain itu lalu dikibarkan sebagai bendera kebangsaan Indonesia saat upacara usai proklamasi dibacakan oleh Soekarno-Hatta.

"Kenapa ibu-ibu enggak boleh dibawa ke politik. Ibu harus jadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses politik," kata Sandi.

Hari ini, kata Sandi, ibundanya yakni Mien Uno adalah salah satu ibu-ibu yang terekspos.

Dia disorot publik lantaran meminta pihak yang menuding Sandi bersandiwara saat kampanye meminta maaf langsung kepada dirinya. Meski begitu, Sandi menganggap masih banyak ibu-ibu lain yang memiliki kerisauan serupa namun tidak terekspos di ruang publik.


"Mungkin puluhan juta ibu-ibu lain yang juga menyuarakan hal yang sama kalau anaknya mendapatkan ketidakadilan," kata Sandi.

Sebelumnya, juru bicara TKN Jokowi-Maruf meminta Ace Hasan Syadzily meminta Sandi tidak melibatkan sang ibu untuk merespons soal 'Sandiwara Uno' yang viral di media sosial.

"Tapi saran saya untuk urusan politik, para politisi sebaiknya jangan dikit-dikit libatkan ibu atau orang tua untuk melindungi kita. Kasihan beliau," kata Ace dalam pesan singkatnya, Selasa (12/2).


Ace mengaku hormat kepada Mien Uno dan para ibu dari politisi lainnya. Oleh karena itu, Ace menilai sebaiknya Sandi menangkal semua serangan yang ditujukan kepadanya tanpa melibatkan sang ibu

"Harusnya cukup dengan restu dan doa. Sebagai politisi, kita harus siap untuk menghadapi berbagai serangan dan tudingan," kata dia.

(bmw/DAL)