Anies Doakan Ani Yudhoyono Sembuh dari Kanker Darah

CNN Indonesia | Rabu, 13/02/2019 18:46 WIB
Anies Doakan Ani Yudhoyono Sembuh dari Kanker Darah Gubernur Anies Baswedan mendoakan Ani Yudhoyono agar segera sembuh dari penyakit kanker darah. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyemangati istri Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Kristiani Herawati alias Ani Yudhoyono yang menderita kanker darah. Anies berharap pengobatan Ani berjalan lancar.

"Semoga Ibu Ani Yudhoyono diberikan kesehatan kembali, kekuatan di dalam menjalani proses pengobatan," kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (13/2).

Anies juga berharap agar keluarga yang mengawal proses kesehatan Ani dapat diberikan kekuatan. Dalam hal ini, Anies mengatakan keluarga harus percaya terhadap tim medis yang dipersiapkan dari kepresidenan.



"Kita percaya tim medis kepresidenan yang mendampingi melakukan yang terbaik. Kita semua mendoakan insyallah Yang Maha Menyembuhkan akan memberikan kesembuhannya," ujar Anies.

Presiden Joko Widodo telah mengutus Kepala RSPAD Gatot Soebroto Terawan Agus Putranto untuk menemui dan membantu perawatan Ani.

Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko mengatakan Dokter Terawan telah bertolak ke Singapura, Selasa (12/2).

"Sudah (berangkat) Kepala RSPAD. Kemarin beliau sempat diskusi dengan saya," ucap Moeldoko.


SBY pada hari ini melalui rekaman video menyatakan istrinya dirawat karena kanker darah. SBY menjelaskan bahwa istrinya dirujuk ke rumah sakit di Singapura sejak 2 Februari lalu. Sejak itu dan hingga kini, SBY masih menemani Ani di Singapura.

"Dengan rasa prihatin, saya sampaikan kepada para sahabat di tanah air, Ibu Ani mengalami blood cancer atau kanker darah. Dan karenanya harus menjalani pengobatan dan perawatan yang intensif di National Universtiy Hospital Singapura," tutur SBY melalui rekaman.

Pada Pasal 7 huruf c UU Hak Keuangan/Administratif Presiden dan Wakil Presiden serta Bekas Presiden dan Wakil Presiden RI menyebutkan bahwa seluruh biaya perawatan kesehatan bekas Presiden dan bekas Wakil Presiden serta keluarganya ditanggung oleh negara.

(ctr/pmg)