Tagih Janji, Awak Mobil Tangki Pertamina Adang Mobil Jokowi

CNN Indonesia | Rabu, 13/02/2019 20:27 WIB
Tagih Janji, Awak Mobil Tangki Pertamina Adang Mobil Jokowi Foto ilustrasi awak mobil tangki berdemo. (CNN Indonesia/Tiara Sutari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Puluhan orang yang tergabung dalam Serikat Pekerja Awak Mobil Tangki (SP-AMT) Pertamina menghentikan mobil Presiden Joko Widodo yang keluar dari dalam Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (13/2), petang.

Sempat terjadi aksi dorong antara anggota SP-AMT dengan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).

Tim Advokasi SP AMT (Awak Mobil Tangki) Pertamina Heri Sugiri mengatakan aksi tersebut dilakukan secara spontan saat mengetahui Jokowi keluar dari dalam Istana. 


"Sebenarnya ini di luar batas kesadaran kami sebagai para AMT, istri-istri AMT ini terlalu lama menanggung dampak dari PHK yang berkepanjangan," kata Heri usai kejadian kepada CNNIndonesia.com di seberang Istana Merdeka.

Heri menuturkan mobil Jokowi sempat berhenti sekitar 5 menit. Jokowi membuka kaca mobil dan berdialog dengan salah satu istri dari anggota SP-AMT Pertamina.

Heri mengatakan pihaknya melakukan aksi menghentikan mobil Jokowi lantaran ingin menyampaikan langsung kepada orang nomor satu di Indonesia itu masalah yang mereka alami belum selesai.

"Kita ingin berbicara kepada bapak Jokowi bahwa masalah AMT belum selesai sampai hari ini," ujarnya.

Menurut Heri, Jokowi pun merespons apa yang disampaikan salah satu istri anggota SP-AMT. Heri mengungkapkan bahwa Jokowi berjanji akan segera menyelesaikan kasus PHK yang dialami sekitar 1.095 orang anggota AMT.

"Tadi dia (Jokowi) berbicara ke salah satu ibu-ibu akan segera diselesaikan. Mudah-mudahan akan segera diselesaikan tidak berbuntut waktu yang panjang lagi," kata dia.

Heri mengatakan sempat terjadi aksi saling dorong ketika mobil Jokowi berhenti. Akibat kejadian tersebut, kata Heri dua orang AMT pingsan, lima orang luka ringan, serta satu orang mengalami benturan di kepala.

"Ada, ada bentrokan sedikit. Ada yang pingsan tiga orang, luka-luka lima orang, benturan di kepala ada satu orang," tuturnya.

Heri melanjutkan pihaknya sudah 20 hari bermalam di seberang Istana Negara. Dia mengaku juga sempat diterima Jokowi dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung pada 31 Januari 2019.

Namun, kata Heri setelah pertemuan itu tak ada tindak lanjut dari Pramono yang telah diinstruksikan Jokowi mengawal kasus pemecatan AMT Pertamina. Heri berharap setelah aksi ini Jokowi bisa segera menepati janjinya.

"Kita tunggu 11 hari tidak ada realisasi apapun dari seorang Pramono yang diinstruksikan presiden untuk menyelesaikan masalah ini," ujarnya.

Pantauan CNNIndonesia.com di lokasi, aparat kepolisian masih berjaga di sekitar seberang Istana Negara. Sementara itu para peserta aksi SP-AMT Pertamina telah membubarkan diri. Mereka juga telah membongkar tenda yang digunakan untuk bermalam. (fra/sur)