Sandi Ingin Bentuk Lembaga Khusus Pendeteksi Gangguan Jiwa

CNN Indonesia | Kamis, 14/02/2019 00:45 WIB
Sandi Ingin Bentuk Lembaga Khusus Pendeteksi Gangguan Jiwa Calon wakil presiden Sandiaga Uno berencana mendirikan lembaga khusus untuk kesehatan jiwa. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno berencana mendirikan lembaga atau badan khusus untuk kesehatan jiwa jika memenangkan Pilpres 2019. Menurutnya, kesehatan jiwa masyarakat salah satu hal penting yang perlu diperhatikan.

"Hadirnya National Institute for Mental Health. Jadi ke depan kesehatan jiwa jadi salah satu fokus," ucap Sandi di Sekretariat Nasional Prabowo-Sandiaga, Menteng, Jakarta, Rabu (13/2).

Sandi menilai kesehatan jiwa merupakan aspek yang cenderung terabaikan. Menurutnya, hal itu belum mendapat perhatian dari banyak pihak.



"Ini yang akan jadi fokus di debat ketiga," kata Sandi.

Sandi tidak merinci lebih jauh perihal lembaga kesehatan jiwa yang dimaksud. Dia mengatakan sudah ada peraturan yang mengamanatkan, namun belum ada realisasinya.

"Diamanatkan oleh undang-undang kesehatan jiwa. Sudah diamanatkan tapi enggak ada," kata Sandi.

Dia mengaku pernah berniat mendirikan lembaga itu saat masih menjabat sebagai wakil gubernur DKI Jakarta. Sandi mengaku sudah membicarakan hal itu dengan Gubenur DKI Jakarta Anies Baswedan.


Dia menyebut ada 20 persen masyarakat Jakarta yang terindikasi gangguan jiwa, baik dari tingkat ringan hingga berat.

Berkenaan dengan itu, Sandi mengklaim pernah berencana menjadikan Rumah Sakit Umum Daerah Duren Sawit Jakarta Timur sebagai pusat kesehatan jiwa masyarakat Jakarta.

"Itu betul-betul mengerti bagaimana kita bisa identifikasi secara dini potensi masyarakat yang terganggu dari kejiwaanya sehingga bisa diberi solusi secara preventif," imbuh Sandi.

Sandi kemudian mengaitkan kesehatan jiwa dengan ekonomi. Menurut Sandi, tekanan kebutuhan ekonomi Bisa mempengaruhi kesehatan jiwa seseorang. Karenanya, dia menganggap penting kehadiran suatu lembaga khusus yang menangani kesehatan jiwa bagi masyarakat.

"Ekonomi harus diperbaiki dulu. Kalau mereka punya lapangan kerja, penghasilan, keluarga yang mengayomi dan pemerintah yang pantau kesehatan jiwa, insya Allah itu bisa kita tangani dengan sistem yang komprehensif," ucap Sandi.

(bmw/pmg)