Jumatan Prabowo di Masjid Kauman akan Diawasi Bawaslu

CNN Indonesia | Kamis, 14/02/2019 19:43 WIB
Jumatan Prabowo di Masjid Kauman akan Diawasi Bawaslu Bawaslu RI akan mengawasi rencana calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto Salat Jumat berjamaah di Masjid Agung Semarang (Masjid Kauman). (Foto: Tim Prabowo Subianto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI akan mengawasi rencana calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto Salat Jumat berjamaah di Masjid Agung Semarang (Masjid Kauman).

Ketua Bawaslu RI Abhan menyebut Bawaslu Jawa Tengah akan menerjunkan personel pada Jumat (15/2) siang.

"Sudah otomatis di sana akan dilakukan pengawasan oleh (Bawaslu) daerah," ucap Abhan di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Kamis (14/2).

Abhan menegaskan langkah ini dilakukan merespons perkembangan opini di masyarakat. Bawaslu tidak hanya akan mengawasi pihak Prabowo, tapi juga aktivitas kampanye berpotensi pelanggaran yang dilakukan kubu Jokowi.


Dia juga menyebut saat ini Bawaslu Jawa Tengah sedang menelusuri kebenaran pamflet pengerahan massa untuk Salat Jumat bersama Prabowo.

"Kami sedang minta kepada Bawaslu provinsi jawa tengah untuk melakukan pengkajian lebih lanjut dengan data-data yang diperoleh," tuturnya.
Bawaslu akan mengawasi rencana salat jumat Prabowo di Masjid Kauman. (CNN Indonesia/Safir Makki)


Komisioner KPU Wahyu Setiawan mengingatkan semua pihak bahwa beribadah di tempat ibadah adalah hak asasi warga negara Indonesia yang dijamin undang-undang.

Namun ia juga mengingatkan Pasal 280 ayat 1 huruf h Undang-Undang nomor 7 tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum melarang menggunakan tempat ibadah untuk berkampanye.

"Tidak boleh berkampanye. Berkampanye itu kan ada unsur-unsur kampanye. Beribadah boleh, tapi tidak boleh menjadikan tempat ibadah sebagai tempat kampanye," tutur dia.

Ketua Masjid Agung Semarang (Masjid Kauman) KH Hanief Ismail telah menyampaikan keberatan atas rencana Prabowo Salat Jumat berjamaah di Masjid Kauman.

Hanief beralasan rencana itu terlalu politis. Selain itu ada kabar pengerahan massa untuk mengikuti gelaran tersebut.

"Kami para nadlir atau takmir Masjid Kauman merasa keberatan dengan rencana Jumatan Prabowo. Tolong sampaikan ke Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) agar mengambil tindakan yang perlu sesuai aturan hukum," ucap Hanief dalam keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Kamis (14/2).
(dhf/gil)