Sentilan Jokowi soal Lahan Picu Sentimen Negatif ke Prabowo

CNN Indonesia | Senin, 18/02/2019 15:51 WIB
Berdasarkan pantauan PoliticaWave pada perbincangan di medsos terkait debat capres kedua, Prabowo lebih banyak mendapat sentimen negatif dibandingkan Jokowi. Dua calon presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto ikut berfoto bersama usai Debat Capres Kedua di Hotel Sultan, Jakarta, 17 Februari 2019. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Debat Pilpres 2019 putaran kedua yang diikuti Capres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) dan Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto digelar semalam di Hotel Sultan, Jakarta, memiliki keriuhan tersendiri di dunia maya.

Berdasarkan pantauan lembaga survei PoliticaWave, setidaknya ada dua tagar utama yakni #DebatPintarJokowi dan #PrabowoMenangDebat yang mengiringi perjalanan debat capres kedua Pilpres 2019 semalam.

"Dari hasil pantauan PoliticaWave di media sosial, Debat kedua dimenangkan oleh Jokowi. Terdapat 53,39 persen netizen membicarakan tentang Jokowi, sedangkan Prabowo 46,61 persen. Jokowi selaku petahana sentimennya jauh lebih positif daripada Prabowo, bahkan Prabowo mendapatkan sentimen negatif dari netizen," demikian rilis PoliticaWave yang diterima CNNIndonesia.com, Senin (18/2).



PoliticaWave merinci Jokowi mendapatkan sentimen positif sebesar 57,51 persen, dan sentimen negatif sebesar 42,49 persen. Sementara itu, Prabowo mendapatkan sentimen positif sebesar 29,48 persen dan sentimen negatif sebesar 70,52 persen.

Salah satu momen yang menarik terjadi pada segmen ketiga debat. Jokowi menyindir soal kepemilikan lahan Prabowo yang cukup luas di Kalimantan Timur dan Aceh Utara.

"[Jokowi] Dianggap menyerang pribadi Prabowo terkait kepemilikan tanah," tulis hasil survei Politicalwave.

Pada segmen tersebut Jokowi mendapatkan sentimen negatif 47,85 persen, sementara itu sentimen positif lebih banyak yakni 52,15 persen.

Namun, pada segmen yang sama, Prabowo justru mendapatkan segmen negatif lebih besar yakni 59,69 persen. Sementara segmen positif adalah 40,31 persen. Salah satu yang membuat Prabowo mendapat sentimen positif adalah dukungan dari pendukung, sementara untuk sentimen negatif setidaknya ada lima poin termasuk soal luas lahan yang dimilikinya.

Secara keseluruhan, dari enam segmen debat capres, jumlah percakapan terbanyak ada pada segmen pertama yakni saat pemaparan visi dan misi masing-masing calon: 58,77 persen.

Pada segmen tersebut Jokowi mendapatkan sentimen positif 82,99 persen dan sentimen negatif 17,01 persen. Sementara itu Prabowo mendapatkan sentimen positif 51,61 persen dan sentimen negatif 448,39 persen.

Hal yang positif atas Jokowi pada segmen tersebut adalah soal pemaparan hasil kerja bidang infrastruktur dan mengurangi penggunaan energi fosil.

"Isu negatif: Jokowi tampak tegang, kritik klaim tidak ada kebakaran hutan," demikian rilis PoliticaWave.

Sementara pada Prabowo dalam segmen yang sama sentimen positif muncul karena dua isu yakni tampak gagah dan penyampaian visi misi sesuai durasi.

"Isu negatif: Pernyataan Prabowo terkait 'ini bukan salah siapapun, ini salah kita semua'; pernyataan Prabowo dinilai secara tidak langsung memuji Jokowi; pernyataan netizen terkait maksud 'swasembada air'; kritikan soal kata-kata 'kalau saya berkuasa'," demikian rilis PoliticaWave.

PoliticaWave Ungkap Sentimen Negatif Sindiran Tanah PrabowoTagar-tagar di Twitter yang paling ramai terkait debat capres kedua, 17 Februari 2019. (Dok. Twitter)

Fadli Zon Sebut Jokowi Serang Pribadi Prabowo

Sementara itu, saat ditemui di kompleks parlemen, Wakil Ketua Partai Gerindra Fadli Zon menilai Jokowi berupaya menyerang pribadi Prabowo Subianto yang disebut menguasai ratusan ribu hektar lahan di Kalimantan Timur dan Aceh dalam debat capres.

Fadli mengatakan tak hanya sekali ini saja Jokowi telah menyerang pribadi Prabowo. Ia menilai Jokowi pun telah menyerang pribadi Prabowo dalam debat capres perdana pada 17 Januari 2019.

"Menurut saya memang ada upaya untuk menyerang pribadi [Soal HGU]. Debat pertama kan waktu itu juga berusaha menyerang pribadi," kata Fadli, Jakarta, Senin (18/2)

Memang pada akhirnya saat menyampaikan pernyataan penutup dalam debat capres kedua, Prabowo pun mengakui dirinya memang menguasai sejumlah lahan milik negara atas dasar status Hak Guna Usaha (HGU). Namun, Prabowo menegaskan dirinya pun mengaku siap jika harus mengembalikannya kepada negara.

Lebih lanjut, Fadli menjelaskan Prabowo mendapatkan konsesi HGU tersebut dari hasil lelang yang dilakukan pemerintah pada awal dekade 2000.


Fadli menilai seharusnya masyarakat bersyukur lahan itu jatuh ke tangan Prabowo yang notabene-nya merupakan warga negara Indonesia. Sebab, kata dia, lelang HGU kala itu banyak yang jatuh ke tangan pihak asing.

"Jadi kita bersyukur bahwa itu jatuh ke tangan Pak Prabowo melalui suatu proses lelang. Jadi Pak Prabowo justru menyelamatkan aset bangsa. Coba bayangkan yang tidak terselamatkan yang kemudian jatuh ke tangan asing, malah Pak Prabowo menurut saya menjadi semacam hero karena menyelamatkan aset ini," kata Fadli.

Selain itu, Fadli mengatakan Prabowo menunjukan sikap kenegarawanan tak ikut-ikutan menyerang pribadi Jokowi saat debat berlangsung.

Sebab, ujar Fadli, Prabowo menaruh hormat dan menghargai Jokowi yang sama-sama bersaing sebagai capres di Pilpres 2019.

"Pak Prabowo kalau mau menyerang-menyerang itu gampang. Tapi Pak Prabowo tidak mau melakukan itu. Karena ini menyangkut masalah kehormatan sebagai Capres," kata pria yang juga dikenal sebagai Wakil Ketua DPR tersebut menanggapi apa yang terjadi dalam debat capres kedua.


[Gambas:Video CNN] (sah/kid)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK