Amankan Program Jokowi, Mendagri Kumpulkan 3.000 Kepala Desa

CNN Indonesia | Rabu, 20/02/2019 09:09 WIB
Amankan Program Jokowi, Mendagri Kumpulkan 3.000 Kepala Desa Mendagri Tjahjo Kumolo mengumpulkan sedikitnya 3.000 kepala desa di Jakarta siang ini. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo memanggil sekitar tiga ribu kepala desa dan lima ratus badan musyawarah (Bamus) desa ke Jakarta, Rabu (20/2). Agenda pemanggilan dilakukan Tjahjo untuk memantapkan program pemerintah Joko Widodo (Jokowi) tentang pembangunan desa agar berjalan sesuai arahan.

Tjahjo menyebut pengumpulan para pejabat desa dalam rangka mempersiapkan mereka untuk melaksanakan program Presiden Joko Widodo.

"Agar kepala desa secara optimal mampu merencanakan program desa, menyusun laporan pembangunan, dan keuangan desa. Serta mampu melaksanakan program desa yang oleh Bapak Presiden Jokowi sangat perhatian sekali," kata Tjahjo dalam keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Selasa (19/2) malam.


Tjahjo dalam kesempatan itu juga menyanjung program dana desa milik Jokowi. Menurut dia, program ini mempercepat pembangunan desa dan meningkatkan kesejahteraan rakyat pedesaan.


Selian itu, Tjahjo menyebut program itu sebagai komitmen Jokowi membangun Indonesia dari perdesaan. Apalagi dengan jumlahnya yang meningkat setiap tahun.

Berdasarkan catatan, pada 2015 Jokowi menganggarkan Rp20,7 triliun. Pada 2016 Rp 47 triliun. Lalu pada 2017 dan 2018 Rp60 triliun. Total Jokowi telah menganggarkan Rp187,7 triliun untuk dana desa. Belum lagi ditambah anggaran di 2019 sebesar Rp73 triliun.

Seperti diklaim Jokowi pada debat capres kedua, Minggu (17/2) malam, uang tersebut di antaranya digunakan untuk membangun 58 ribu unit irigasi dan 191 ribu kilometer jalan.

"Program dana desa yang berkelanjutan merupakan program prioritas dan gagasan Bapak Presiden Jokowi yang harus sukses," kata Tjahjo.


Namun demikian, belakangan klaim Jokowi tersebut direspons kubu Prabowo-Sandiaga selaku penantantang di Pilpres 2019.

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Suhendra Ratu Prawiranegara, mengaku kaget dengan pernyataan capres petahana tersebut.

Menurut Suhendra angka capaian yang diklaim Jokowi ini patut dipertanyakan keabsahan dan validitasnya. Sebab, kata dia, jalan desa itu berada di wilayah kabupaten, sementara panjang jalan kabupaten dan kota di seluruh Indonesia saat ini dalam kisaran 437.000 kilometer.

"Jujur kami kaget dan terheran-heran. Saya pakai istilah ini untuk mengkritisi data yang beliau sampaikan tentang jalan desa," kata Suhendra di Jakarta, Selasa (19/2).

Suhendra kemudian menjelaskan total jalan di Indonesia sejak awal tahun 1950-an hingga saat ini kisarannya mencapai 530.000 kilometer.

[Gambas:Video CNN] (dhf/ain)