Masih di Bawah Umur, 17 Penganiaya Santri Ditangani Khusus

CNN Indonesia | Rabu, 20/02/2019 19:44 WIB
Masih di Bawah Umur, 17 Penganiaya Santri Ditangani Khusus Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polisi akan memberikan penganan khusus terhadap 17 santri yang melakukan pengeroyokan terhadap rekannya di Padang Panjang, Sumatera Barat.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan penanganan khusus tersebut diberikan karena para pelaku masih di bawah umur.

"Itu ada penanganan khusus oleh karenanya penyidikan penanganan berlaku secara khusus karena mereka memiliki masa depan," kata Dedi di Mabes Polri, Rabu (20/2).


Penanganan khusus itu, kata Dedi, akan dilakukan pada saat proses hukum, mulai dari tingkat kepolisian, kejaksaan, hingga di pengadilan.

Nantinya, sambung Dedi, bila sudah ada putusan hukum atas para pelaku, maka penanganan khusus juga akan diberikan. Namun, ia tak menjelaskan penanganan khusus seperti apa yang ia maksud.

"Seandainya nanti inkrah [berkekuatan hukum tetap], vonisnya ditangani khusus, karena [para pelaku] memiliki masa depan, walaupun perbuatannya harus dipertangungjawabkan," tutur Dedi.

Sebelumnya, seorang santri Pondok Pesantren Nurul Ikhlas, Padang Panjang, Sumatera Barat, RA tewas karena diduga dikeroyok 19 rekannya sesama santri. Polisi telah menetapkan 17 santri sebagai tersangka yang semuanya berstatus di bawah umur.

"Kami sudah gelar perkara dan 17 santri ditetapkan sebagai anak pelaku. Sebutan untuk tersangka yang berusia di bawah umur," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Padang Panjang, Inspektur Satu Kalbert Jonaidi di Padang Panjang, Sabtu (16/2), seperti dikutip dari Antara.

Kalbert mengatakan usia terduga 17 santri itu berkisar antara 15 sampai 16 tahun. Mereka melakukan pengeroyokan diduga sebanyak tiga kali dalam tiga haru yakni Kamis (7/2), Jumat (8/2) dan Minggu (10/2).

Aksi pengeroyokan ini dipicu oleh korban yang diduga korban mengambil barang milik santri lain tanpa izin. Kalbert mengatakan korban diduga beberapa kali mencuri barang milik temannya seperti ponsel, pengeras suara dan lain-lain.

Dari hasil pemeriksaan, Kalbert menuturkan para pelaku mengaku marah karena korban sudah mengakui kesalahan dan minta maaf, tapi tetap saja mencuri.

[Gambas:Video CNN] (dis/arh)