Petugas Periksa Tas Peserta Malam Munajat 212 di Monas

bin, CNN Indonesia | Kamis, 21/02/2019 19:37 WIB
Petugas Periksa Tas Peserta Malam Munajat 212 di Monas Peserta Malam Munajat 212 di Monas, Kamis (21/2). (CNN Indonesia/Novitasari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Selepas Magrib, massa peserta Malam Munajat 212 mulai memadati kawasan Monumen Nasional (Monas). Pintu untuk peserta umum dibuka di dekat Stasiun Gambir. Sejak sore, peserta mulai memadati pintu masuk ini.

Sebelum masuk, mereka diperiksa terlebih dahulu oleh petugas keamanan dari pihak panitia.

Pemeriksaan dilakukan secara sederhana. Pengamanan dari panitia hanya mengecek isi tas atau kantong bawaan para peserta. Korek api merupakan jenis barang yang tak diperkenankan dibawa oleh peserta.


Peserta yang kedapatan membawa korek akan diambil oleh panitia. Pengamanan di pintu VIP justru lebih longgar. Pintu VIP yang terletak di kawasan Patung Kuda tidak melakukan pemeriksaan seperti di pintu masuk biasa. 

Di pintu masuk lain, pantauan CNN Indonesia TV, pemeriksaan dilakukan oleh aparat kepolisian. Pemeriksaan dilakukan dengan cara membuka tas peserta Malam Munajat 212.

Sementara itu di dalam kompleks Monas, para peserta terlihat sudah berbaris duduk menghadap panggung Malam Munajat 212. Mereka langsung menggelar zikir bersama.

Zikir bersama itu dipimpin oleh Kiai Nur Zain. Para peserta tampak khidmat mengikuti jalannya zikir bersama.

Kepolisian mengerahkan sekitar 12 ribu personel gabungan untuk mengamankan Malam Munajat 212. Unsur pengamanan terdiri dari Polri, TNI, hingga Satpol PP. Dari pihak panitia dikerahkan anggota Laskar Pembela Islam (LPI).

Malam Munajat 212 diinisiasi oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, Presidium Alumni 212, dan MUI DKI Jakarta. Namun pihak MUI DKI menolak acara di Monas ini disebut Malam Munajat 212.

MUI DKI menyebut acara di Monas malam ini bertajuk Senandung Selawat dan Zikir Nasional. Sementara itu pihak PA 212 mengatakan Malam Munajat 212 turut mengundang sejumlah ketua umum parpol di Indonesia. 

Ketua PA 212 Slamet Maarif tak menampik acara Malam Munajat 212 erat kaitannya dengan politik. Anggapan seperti itu, kata Slamet lumrah karena saat ini Indonesia sedang di tengah-tengah tahun politik.

"Ini memang tahun politik. Kegiatan apapun dianggap politik jadi lumrah. Yang penting adalah visi dari acara itu. Kita lihat untuk mengetuk pintu langit munajat kepada Allah SWT untuk keselamatan bangsa dan negara kita," kata Slamet. (bin/wis)