Erick Thohir Segera Laporkan Malam Munajat 212 ke Bawaslu

CNN Indonesia | Sabtu, 23/02/2019 19:51 WIB
Erick Thohir Segera Laporkan Malam Munajat 212 ke Bawaslu TKN Jokowi-Ma'ruf akan laporkan Malam Munajat 212 ke Bawaslu. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Erick Thohir mengatakan pihaknya bakal melaporkan kegiatan yang berbau politik ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di acara Malam Munajat 212 yang diselenggarakan pada Kamis (21/2) lalu.

"Pasti, TKN pasti akan melaporkan," ujar Erick di Hotel Alia, Jakarta Pusat, Sabtu (23/2).

Erick menyerahkan fungsi pengawasan Bawaslu dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) selaku pihak yang berwenang dalam mengawasi dan menyelenggarakan Pemilu.


Lebih lanjut, Erick menilai kegiatan Malam Munajat 212 adalah kegiatan positif, selama diisi dengan doa dan zikir. Namun, ia menyayangkan acara tersebut dibawa-bawa ke ranah politik. 

"Contoh, mendoakan negeri kita damai, tidak bubar, tidak pecah. Bagaimana membangkitkan ekonomi Islam syariah di era tadi makin membesarnya industri halal. Saya rasa enggak apa-apa kalau itu," kata dia.


Selain itu, Erick mengaku ada pihak-pihak yang mengkafirkan dirinya lantaran berbeda pilihan politik. Ia menegaskan bahwa dia adalah orang Indonesia dan beragama Islam.

Menurut dia tingkat keimanan seseorang bukan berdasarkan pada pilihan politik. Kafir atau tidaknya seseorang, kata Erick, hanya Allah yang berhak untuk menilai.

"Saya jelas saya islam, saya pengusaha, saya bangga sebagai orang Indonesia, selama ini Allah beri kesempatan saya berbisnis di luar negeri saya bawa bendera itu (Indonesia) tapi jangan gara-gara beda pilihan terus Erick Thohir jadi kafir," kata Erick.


Ma'ruf Kritik MUI Jakarta 

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin menyayangkan MUI DKI Jakarta dan kelompok 212 dijadikan alat politik oleh kelompok tertentu di acara Malam Munajat 212 yang digelar di Monas, Kamis (21/2) lalu.

"Nah ternyata sudah menyalahi dua kan ini, pertama sudah menggunakan (kelompok) 212 sebagai alat politik, sama menggunakan MUI Jakarta juga digunakan secara salah, saya sangat menyayangkan," kata Ma'ruf saat ditemui di Mall Palem, Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu (23/2).

Mantan Rais Aam PBNU itu menegaskan MUI secara institusional tak boleh dijadikan sebagai alat maupun kendaraan politik seseorang untuk mencapai kepentingan tertentu.

Erick Thohir Akan Laporkan Malam Munajat 212 ke BawasluMa'ruf Amin kritik Malam Munajat 212 jadi ajang politik. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)


Ma'ruf, yang juga calon wakil presiden pendamping Jokowi di Pilpres 2019 ini mengklaim tak pernah menggunakan MUI sebagai alat politiknya ketika berkampanye.

"MUI itu sudah kita sepakati tak dijadikan alat kendaraan politik, saya sendiri ketua umum MUI sampai hari ini, saya masih jadi ketum MUI pusat, tapi saya tak jadikan MUI sebagai alat politik saya," kata dia.

Lebih lanjut, Ma'ruf menegaskan MUI netral dan tak memiliki afiliasi politik ke pasangan calon manapun di Pilpres 2019 ini. Ia menyatakan pengurus dan anggota MUI dibebaskan untuk memilih pemimpin di Pilpres 2019 sesuai seleranya masing-masing

"Orang MUI boleh milih berbeda, dan tapi tak boleh menggunakan MUI," kata dia.


Selain itu, Ma'ruf mengaku mendukung langkah Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta yang menyelidiki adanya dugaan pelanggaran pemilu di Malam Munajat 212 tersebut.

Diketahui, Bawaslu DKI Jakarta sedang mengusut pidato-pidato pada gelaran Malam Munajat 212, termasuk orasi Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan.

"Ya bagus (diusut), supaya jangan sampai 212 dan MUI itu dijadikan kendaraan politik, ya bagus Bawaslu menyelidiki itu," kata dia.

(sah/DAL)