Relawan Jokowi Luncurkan Pendeteksi Hoaks agar Pilpres Aman

CNN Indonesia | Sabtu, 23/02/2019 23:55 WIB
Relawan Jokowi Luncurkan Pendeteksi Hoaks agar Pilpres Aman Ilustrasi. (Reuters/Kacper Pempel)
Jakarta, CNN Indonesia -- Relawan The Jokowi Center meluncurkan alat pendeteksi hoaks agar pemilihan umum presiden 2019 bebas dari berita bohong. Alat pendeteksi ini diklaim bisa membantu aparat penegak hukum menindak setiap pelanggaran terkait hoaks.

"Peluncuran aplikasi pendeteksi hoaks ini agar Pilpres 2019 bisa berlangsung lebih nyaman tanpa adanya berita bohong," kata Direktur The Jokowi Center, Teuku Neta Firdaus, di Jakarta, Sabtu (23/2).
Alat deteksi hoaks ini, kata Neta, dapat diakses melalui situs The Jokowi Center. Di situs itu, nantinya ada semacam alat analisis media untuk mendeteksi hoaks.

"Kemudian ada media analitik kita tinggal klik langsung keluar.  Ada berapa sentimen dari link untuk Pak Jokowi, baik sentimen negatif dan positif, kemudian ada orang-orang yang menyebutkan 2019 ganti presiden dan segala macam, menyebar dan berkomentar di situ akan keliahatan siapa," kata Neta.


Ia mengatakan alat itu memiliki kemungkinan sebesar 70 persen untuk mendeteksi pihak yang menyebarkan hoaks.
Lebih lanjut, alat penangkal hoaks ini dapat membantu penegak hukum, dalam hal ini polisi, untuk menindak bentuk pelanggaran terhadap Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

"Tapi kalau ini jelas, ketika terdeteksi oleh aplikasi kita bahwa itu melanggar dari Undang-Undang ITE. Jadi siapa yang menyebar hoaks akan terdeteksi dengan sendirinya," kata Neta.

Sementara itu, Anggota Kantor Staf Presiden, Burhanuddin Saputu, mengatakan hoaks dapat berdampak pada tertutupnya capaian kinerja dari pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

"Karena hoaks menyebar luar biasa, apa yang dikerjakan pemerintah Jokowi-JK bisa tertutup. Tetapi walau demikian, teknologi ini bisa dikenalkan ke publik untuk deteksi hoaks," ujarnya. (sah/has)