KPK Kekurangan Jaksa, Banyak Kasus Mandek ke Pengadilan

CNN Indonesia | Selasa, 26/02/2019 22:33 WIB
KPK Kekurangan Jaksa, Banyak Kasus Mandek ke Pengadilan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Loade M. Syarief mengatakan pihaknya kekurangan jaksa. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Loade M. Syarief mengatakan lembaga yang dipimpinnya kekurangan jaksa. Alhasil banyak kasus yang mengantre untuk masuk ke persidangan.

Laode mengatakan KPK telah mengirim surat ke Kejaksaan Agung RI untuk meminta tambahan jaksa.

"Banyak kasus yang agak mandek tidak bisa dilimpahkan ke pengadilan karena kita kekurangan jaksa," kata Laode di Gedung Merah Putih KPK, Selasa (26/2).


Ia berharap permintaan tersebut segera dipenuhi oleh Kejaksaan Agung. Laode menuturkan saat ini KPK hanya memiliki kurang dari 100 orang jaksa. Padahal, kata dia, jumlah jaksa yang ideal sebanyak 150 orang.


"Kalau bisa 150 sekarang, kan kurang dari 100. Dan mereka sidangnya kan bukan cuma di Jakarta, tapi di luar juga, jadi memang agak susah. Tapi Insyaallah kita bisa mendapatkan jaksa," katanya.

Salah satu kasus yang mandek lantaran kekurangan jaksa adalah dugaan korupsi pengadaan pesawat dan 50 mesin pesawat Airbus A330-300 untuk PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk pada periode 2004-2015 yang menjerat mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar.

Emirsyah diketahui telah ditetapkan sebagai tersangka sejak 16 Januari 2017 lalu.

Dari hasil penyidikan, suap yang diterima Emirsyah mencapai €1,2 juta dan US$180 ribu atau setara Rp20 miliar. Sementara suap berupa barang yang diterima Emirsyah yakni berjumlah US$2 juta yang tersebar di Indonesia dan Singapura.


Sebelumya, Laode mengatakan kasus itu tak kunjung masuk ke penuntutan lantaran KPK kekurangan jaksa. Alhasil kasus itu harus mengantre untuk masuk ke meja hijau.

[Gambas:Video CNN] (dhf/pmg)