Polri Sebut Papua Sumbang Kabupaten Rawan Pemilu Terbanyak

CNN Indonesia | Jumat, 01/03/2019 18:16 WIB
Polri Sebut Papua Sumbang Kabupaten Rawan Pemilu Terbanyak Karopenmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menyebut ada 10 besar wilayah Polda dengan kerawanan tinggi saat Pemilu 2019. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polri mengungkapkan ada 10 wilayah Polda yang memiliki tingkat kerawanan tinggi pada Pemilu 2019. Selain itu, ada sejumlah kota dan kabupaten yang dianggap rawan. Wilayah di Papua jadi yang terbanyak.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menyebut ada 10 besar Polda yang memiliki kerawanan tinggi pada pelaksanaan Pemilu 2019.

Yakni, Polda Maluku Utara, Polda Metro Jaya, Polda NTT, Polda Gorontalo, Polda Maluku, Polda Papua, Polda Papua Barat, Polda Aceh, Polda Kepulauan Riau, Polda Sulawesi Tengah.


"Itu 10 besar," kata dia, di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (1/3).

Selain tingkat Polda, Polri juga telah mendata wilayah kabupaten yang dianggap memiliki kerawanan tinggi. Antara lain, Boven Digoel, Nduga, Puncak Jaya, Nabire, Waropen, Mamberamo Tengah, Sarmi, Jayawijaya, yang kesemuanya ada di Papua. Selain itu ada Anambas (Kepulauan Riau), Halmahera Utara (Maluku Utara).

Untuk tingkat kota, daerah yang rawan di antaranya Gorontalo, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Depok, Ternate, Langsa, Kepuluan Tidore, Banjar, Bengkulu, dan Jogja.

Dedi menyampaikan ada lima hal yang menjadi indeks kerawanan keamanan saat pemilu yang dibuat oleh Polri. Yakni, unsur penyelenggara, kontestasi, partisipasi masyarakat, potensi gangguan kamtibmas, serta ambang gangguan kamtibmas.

Ia menuturkan yang menjadi potensi ancaman kerawanan Pemilu 2019 ini adalah aksi protes atau unjuk rasa antara massa pendukung. Terutama, di kalangan massa pendukung para calon legislatif.

"Antar pendukung caleg itu memiliki militansi yang cukup tinggi, dalam satu parpol saja mereka memperebutkan kursi sudah saling berjuang, dengan konstituen yang sama mereka akan saling berebut di situ," tuturnya.

Dedi menyampaikan untuk daerah-daerah rawan tersebut, Kapolda dan Kapolres setempat telah diperintah untuk menyiapkan berbagai langkah antisipasi.

Sementara itu di tingkat pusat, kata Dedi, Polri juga telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk mencegah terjadinya gangguan keamanan saat pemilu.

"Ada empat jenis operasi yang telah dilaksanakan, Operasi Mantap Brata, Satgas Nusantara, Satgas Antipolitik Uang, dan satgas khusus lainnya," tutur Dedi.

[Gambas:Video CNN] (dis/arh)