Ribuan Warga Nduga Mengungsi Hindari Kontak Senjata TNI-TPNPB

CNN Indonesia | Sabtu, 02/03/2019 19:08 WIB
Ribuan Warga Nduga Mengungsi Hindari Kontak Senjata TNI-TPNPB Ilustrasi warga Nduga, Papua. (ANTARA FOTO/Jeremias Rahadat)
Jakarta, CNN Indonesia -- Rentetan peristiwa kontak senjata yang terjadi di NdugaPapua antara aparat dan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) membuat masyarakat setempat trauma. Dilaporkan ada lebih dari 2000 warga Nduga yang akhirnya lebih memilih untuk mengungsi ke Wamena.

"Jumlah pastinya kita tidak bisa hitung tapi ada lebih 2000 orang (mengungsi) di Wamena," kata Sekretaris Eksekutif Yayasan Teratai Hati Papua, Ence Geong kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (2/3).

Ence mengaku bertugas mendampingi para pengungsi. Dia menuturkan dari 2000 warga Nduga yang mengungsi, sebanyak 610 di antaranya merupakan para pelajar.


Ence menyampaikan para warga Nduga mengungsi ke Wamena karena trauma dan ketakutan akibat peristiwa kontak senjata yang terjadi. Apalagi, setelah ada peristiwa penembakan terhadap pekerja PT Istaka Karya pada 2 Desember silam.

Akibatnya, sejak 4 Desember atau bertepatan dengan dimulainya operasi militer pasca insiden penembakan pada 31 pekerja tersebut, banyak warga Nduga yang kemudian memilih mengungsi ke Wamena.

Di kalangan anak-anak, Ence menyebut trauma yang dialami bahkan sampai membuat anak-anak takut melihat aparat berseragam. Hal itu lantaran mereka mengetahui ada anak-anak yang juga menjadi korban dari kontak senjata.

"Contoh nyata ketika di sekolah darurat ada tentara datang menggunakan seragam anak-anak ketakutan dan mereka lari, jadi masih ada trauma," tutur Ence.

Selama di Wamena, kata Ence sebenarnya tak ada tempat pengungsian yang memang khusus disediakan bagi warga Nduga. Selama ini, sambungnya, warga Nduga tinggal di rumah-rumah warga yang tersebar di 23 titik.

[Gambas:Video CNN]
"Sampai saat ini belum ada tempat pengungsian yang disiapkan, jadi para pengungsi tinggal di rumah-rumah warga yang ada di 23 titik," tuturnya.

Ence menyebut pihaknya tak bisa memastikan sampai kapan warga Nduga akan mengungsi di Wamena. Menurutnya, hal itu bergantung pada situasi dan kondisi keamanan yang ada di Nduga.

Dikatakan Ence, sampai saat ini kontak senjata masih terus terjadi. Terakhir, tembak menembak terjadi pada 27 Februari lalu.

"Jadi untuk memastikan apakah pengungsi mau pulang atau tidak tergantung bagaimana kondisi di Nduga," ujarnya. (dis/ayp)