Ma'ruf Amin: Jangan Ada Hoaks di Antara Kita

Antara, CNN Indonesia | Minggu, 03/03/2019 14:12 WIB
Ma'ruf Amin: Jangan Ada Hoaks di Antara Kita Cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon Wakil Presiden Nomor urut 01 Ma'ruf Amin berharap tak ada lagi berita-berita bohong atau hoaks yang tersebar. Dalam acara di Banten, Ma'ruf kembali menyindir soal tudingan Indonesia bisa punah yang menurutnya tidak berdasar.

Ma'ruf juga mengajak seluruh pihak untuk membangun bangsa dengan jujur tanpa fitnah dan hoaks.

"Jangan ada dusta di antara kita, jangan ada fitnah di antara kita, jangan ada hoaks di antara kita," ujarnya di Banten, Minggu (3/3) seperti dilansir dari Antara.


Ma'ruf pun menyerukan kepada seluruh warga Banten agar tidak serta merta mempercayai informasi yang diterima, lantaran belakangan banyak hoaks yang terjadi.

"Kita jangan percaya hoaks, setiap berita yang kita terima dicek dulu," kata Ma'ruf.

Ma'ruf menegaskan bahwa Indonesia harus tetap berdiri tegak, tidak boleh bubar, apalagi punah.

"Punah kayak binatang purba saja, memangnya Indonesia dinosaurus," kata Ma'ruf 
Ma'ruf Amin: Jangan Ada Hoaks di Antara KitaCawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin. (CNN Indonesia/Hesti Rika)

Ia menegaskan Indonesia adalah hasil perjuangan sehingga harus terus dibela.

"NKRI harga mati, salawat sampai mati, dan tobat sebelum mati," ujar Ma'ruf.

Karena itu menurutnya siapapun yang berupaya menghancurkan NKRI akan berhadapan dengan rakyat Banten. 

Pernyataan soal Indonesia punah dinyatakan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto. Prabowo menyatakan hal tersebut saat menyampaikan pidatonya di konferensi nasional Partai Gerindra beberapa waktu lalu.

Menurutnya Indonesia bisa punah jika kita kalah. Prabowo tak merinci siapa yang dimaksud dengan 'kita' tersebut.

"Kalau kita kalah, negara ini bisa punah," katanya.

Namun ia menyebut elite Indonesia selalu mengecewakan dan gagal melaksanakan amanah rakyat.

"Sudah terlalu lama elite yang berkuasa puluhan tahun, sudah terlalu lama mereka memberi arah yang keliru," katanya.

[Gambas:Video CNN] (sur/sur)