Andi Arief Ditangkap, Demokrat Sebut Halilintar Siang Bolong

CNN Indonesia | Senin, 04/03/2019 16:41 WIB
Andi Arief Ditangkap, Demokrat Sebut Halilintar Siang Bolong Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief ditangkap polisi karena kasus narkoba. (Detikcom/Audrey)
Jakarta, CNN Indonesia -- Partai Demokrat menyatakan telah mendapat kabar terkait penangkapan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Andi Arief terkait kasus narkoba. Ketua Divisi Komunikasi Publik Partai Demokrat Imelda Sari menyebut pihaknya terkejut mendengar kabar tersebut.

"Kami juga sangat terkejut dan seperti halilintar di siang bolong apa yang terjadi pada hari ini," kata Imelda di Media Center Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Senin (4/3).

Dia mengatakan Demokrat juga telah mengonfirmasi penangkapan kadernya itu ke Mabes Polri. Imelda mengatakan terakhir berkomunikasi dengan Andi Arief pada Minggu (3/3).


Pihaknya akan segera menggelar rapat dan bakal menyampaikan keterangan pers terkait sikap partai dalam merespons kasus ini. Namun sejauh ini partainya belum memberikan keputusan apapun terhadap Andi terkait hal ini.


"Sejauh ini kami masih mencek kebenaran dan apa yang sebenarnya terjadi," ujarnya.

Mabes Polri menangkap Andi Arief di Hotel Menara Peninsula, Jakarta Barat. Info penangkapan itu dibenarkan oleh seorang perwira di Badan Reserse Kriminal Polri pada hari ini. "Ya benar," kata perwira yang enggan disebutkan namanya itu.

Penangkapan Andi dilakukan oleh Tim Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri. Namun belum diketahui barang bukti narkoba yang ditemukan.


Hotel Menara Peninsula juga telah buka suara tentang penangkapan Andi Arief terkait kasus narkoba. Pihak manajemen hotel menyerahkan semua persoalan tersebut kepada kepolisian.

PR Manager Hotel Menara Peninsula Elizabeth Ratna Sari enggan menjelaskan secara rinci tentang penangkapan Andi Arief.

"Sejauh ini kami belum ada informasi lengkap mengenai detail, tapi benar ada pihak kepolisian semalam untuk melakukan penangkapan, tapi detail lebih jauh kami tidak bisa menyampaikan," kata Elizabeth.


[Gambas:Video CNN] (pmg/pmg)