Jokowi Puji Perempuan dalam Pendidikan dan Ekonomi Keluarga

CNN Indonesia | Kamis, 07/03/2019 04:13 WIB
Jokowi Puji Perempuan dalam Pendidikan dan Ekonomi Keluarga Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) bersama istrinya, Iriana, di sebuah ladang jagung di Gorontalo beberapa waktu lalu. (Dok. Kementerian Pertanian)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi peran perempuan yang tergabung dalam 'Perempuan Arus Bawah' untuk mengawal sejumlah isu seperti ekonomi, kekerasan dalam rumah tangga, hukum, hingga lingkungan. Jokowi menyebut para perempuan memiliki peran penting dalam mendidik anak serta menopang ekonomi keluarga.

"Saya percaya peran sentral perempuan dalam mendidik anak-anak kita dan menopang ekonomi keluarga," kata Jokowi dalam sambutannya saat menerima kunjungan aktivis 'Perempuan Arus Bawah' di Istana Negara, Jakarta, Rabu (6/3).

Menurut Jokowi, yang dilakukan 'Perempuan Arus Bawah' itu merupakan sebuah prestasi. Mereka, ujar Jokowi, melakukan perjuangan dan memberikan motivasi kepada perempuan-perempuan lainnya untuk aktif dalam permasalahan ekonomi, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), hingga kondisi lingkungan.


"Saya kira itu adalah sebuah prestasi yang masih kami harapkan lebih banyak lagi dari perempuan-perempuan Indonesia," ujarnya.


Mantan Gubernur DKI juga Wali Kota Solo itu lantas menceritakan perjuangan ibunya, Sudjiatmi ketika ia masih kecil. Jokowi mengaku pernah tinggal di bantaran kali di Solo, Jawa Tengah pada dasawarsa 1970-an.

Ia mengungkapkan kala itu keluarganya pun sempat digusur pemerintah. Akibatnya, sambung Jokowi, keluarganya terpaksa nomaden. Dalam ingatannya mereka setidaknya harus pindah kontrakan rumah hingga empat kali.

"Tidak diberi ganti rugi saat itu. Bingung cari rumah, kami pernah empat kali ngontrak, pindah rumah," tuturnya.

Namun, kata Jokowi dalam kondisi yang sulit itu sang Ibu tetap mampu memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya.

"Saya rasakan betul betapa perjuangan seorang ibu dalam mengayomi, mendidik anak begitu beratnya. Saya rasakan betul. Terutama dari sisi ekonomi," ujar pria yang kembali ikut kontestasi pemilu sebagai capres nomor urut 01 dalam Pilpres 2019 itu.


Program Peningkatan Kesejahteraan Ekonomi Keluarga

Jokowi menerangkan saat ini pemerintah memiliki sejumlah program untuk meningkatkan kesejahteraan dan ekonomi keluarga.

Program yang telah berjalan itu di antara lain pinjaman Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar), Pembiayaan Ultra Mikro (UMi), dan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Jokowi menyampaikan dalam program UMi, pemerintah telah memberikan bantuan modal kepada sekitar 1 juta nasabah, kemudian program Mekaar telah diikuti sekitar 4,2 juta nasabah. Ia mengungkapkan untuk program Mekaar hampir 99 persen pesertanya adalah ibu-ibu.

"Saya sering bertemu mereka dan senang ada ibu-ibu yang sebelumnya jualan gorengan, setelah dapat pinjaman 2 juta bisa tambahan jualan bakso, yang dulu jual bakso bisa jual nasi uduk. Sehingga ekonomi keluarga terdukung," ujar Jokowi.


[Gambas:Video CNN] (fra/kid)