Kejujuran Arfan di Depan Jokowi soal Seragam Sekolah Pinjaman

CNN Indonesia | Rabu, 06/03/2019 18:49 WIB
Kejujuran Arfan di Depan Jokowi soal Seragam Sekolah Pinjaman Jokowi bersama Arfan Indratama saat penyerahan Kartu Indonesia Pintar di Cilandak, Jakarta Selatan. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Arfan Indratama, siswa kelas 4 sekolah dasar jujur mengakui saat berdialog dengan Presiden Joko Widodo bahwa seragam sekolah yang dikenakannya adalah pinjaman. Jokowi kemudian meminta Arfan membeli seragam baru menggunakan Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang baru diserahkan ke Arfan.

Kejujuran Arfan itu terungkap saat Jokowi bertanya akan digunakan untuk apa uang Rp450 ribu di KIP.

"Sekarang kartunya ada dana Rp450 ribu mau dipakai untuk apa?" kata Jokowi saat penyerahan KIP di Sekolah Luar Biasa Negeri Pembina, Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (6/3). 


"Beli baju sekolah," jawab Arfan. Mendengar jawaban itu, Jokowi menyebut baju yang dikenakan Arfan saat itu masih bagus.

"Pinjem pak," kata Arfan yang mengenakan seragam pramuka.

Jawaban Arfan pun kembali membuat para siswa rekan-rekan Arfan tertawa. Jokowi tampak kaget seraya menegaskan kembali baju yang dikenakan Arfan meminjam.

Ia lantas mengatakan bahwa Arfan bisa menggunakan uang KIP untuk membeli seragam.

"Nanti pulang langsung ambil uangnya di sini (sambil mengangkat KIP) langsung bisa beli. Ini (Arfan) namanya jujur," kata Jokowi.

Calon presiden petahana itu kembali bertanya kepada Arfan uang KIP akan digunakan untuk membeli apa lagi. "Selain beli baju, beli apa?" ujar Jokowi.
Kejujuran Arfan di Depan Jokowi soal Seragam Sekolah PinjamanKartu Indonesia Pintar. (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto)

"Kalau bisa buat beli HP (handphone) pak," jawab Arfan, yang langsung disambut tawa. Jokowi terlihat tertawa mendengar jawaban Arfan.

Jokowi lantas mengingatkan kepada Arfan dan para siswa penerima KIP bahwa dana bantuan tersebut tak boleh digunakan untuk membeli handphone maupun pulsa. Ia pun meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy untuk kembali memberikan penjelasan tentang penggunaan KIP.

"Pak menteri ini perlu diberi tahu lagi. Beli pulsa enggak boleh, apalagi beli HP," kata Jokowi.

Sebelum bertanya soal pemanfaatan KIP, Jokowi banyak bertanya kepada Arfan seputar ilmu hitung. Jokowi beberapa kali tertawa karena jawaban Arfan yang salah.

Jokowi menyebut Arfan bukan tak bisa, namun gugup berada di panggung.

Jokowi awalnya memberikan pertanyaan kepada Arfan soal perkalian 4 dikali 4. Tak berpikir panjang, Arfan langsung menjawab 8. Sontak jawaban Arfan membuat para siswa yang hadir tertawa.

Mantan wali kota Solo itu kemudian mengulangi pertanyaan serupa. Namun, Arfan kembali salah menjawab. Arfan menjawab 14. Jokowi kembali memberikan pertanyaan yang sama. Baru kali ini Arfan menjawab dengan tepat, 16.

"Ini anak-anak kadang-kadang di sana (duduk di bangku) bisa, setelah naik panggung itu jadi grogi, di sini lupa semuanya, bukan enggak bisa," kata Jokowi.

Jokowi kembali memberikan pertanyaan kepada Arfan. Kali ini Jokowi bertanya 5 ditambah 5. Arfan sukses menjawab 10. Namun, saat ditanya 10 ditambah 10 oleh Jokowi, Arfan salah menjawab.

Arfan menjawab 25, kemudian meralat dengan menyebut 100. Jawaban Arfan kembali membuat para siswa lainnya penerima KIP tertawa.

Jokowi mengingatkan bahwa soal tersebut tambahan bukan perkalian. Arfan kemudian mampu menjawab pertanyaan kedua tersebut. "Nah bisa, jangan dipikir enggak bisa," kata Jokowi. (fra/sur)