Ratusan Rumah Terendam Banjir di Tangerang, Warga Bertahan

CNN Indonesia | Rabu, 06/03/2019 15:51 WIB
Ratusan Rumah Terendam Banjir di Tangerang, Warga Bertahan Ilustrasi warga bertahan saat banjir. (ANTARA FOTO/Abriawan Abhe)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ratusan rumah penduduk di kawasan pesisir Kabupaten Tangerang, Banten, terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 40 sentimeter. Hingga kini warga setempat masih bertahan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Moch Maesyal Rasyid di Tangerang, Rabu, membenarkan banjir menerjang rumah warga di Desa Salembaran Jati dan Desa Belimbing, Kecamatan Kosambi.

"Laporan dari petugas kecamatan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat bahwa warga belum mengungsi ke lokasi yang lebih aman," kata Maesyal seperti dikutip Antara, Rabu (6/3).


Menurut dia, banjir terjadi ketika hujan deras selama dua hari terakhir sehingga menyebabkan saluran pembuangan di kawasan itu tak dapat menampung dan meluber ke perkampungan penduduk.


Bahkan saluran pembuangan itu banyak dipenuhi sampah, akibatnya air tidak dapat mengalir dengan cepat ke hilir.

Selain itu, belakangan ini kawasan pesisir banyak berdiri bangunan pergudangan sehingga area resapan air menjadi berkurang.

Padahal pada beberapa tahun belakangan ini bila musim hujan air dapat dengan cepat mengalir ke saluran dan beberapa saat menghilang karena banyak area resapan.

Lahan terbuka hijau yang selama ini menjadi andalan mengurangi banjir juga berkurang selain keberadaan bangunan gudang serta beberapa tempat telah berubah menjadi perumahan.


Sementara itu, Komandan Pemadam Kebakaran (Damkar) Pos 05 yang meliputi Kecamatan Kosambi, Sukadiri, Teluknaga dan Pakuhaji, Oni Saputra mengatakan dari laporan petugas di lapangan belum ditemui warga yang mengungsi.

Pihaknya sudah menyiapkan perahu karet dan kebutuhan lainnya, karena telah berkoordinasi dengan BPBD setempat.

Laporan terakhir, menurut dia, beberapa lokasi di RW 15 Desa Belimbing banjir perlahan mulai surut karena warga bergotong-royong membersihkan sampah di saluran pembuangan.

Meski begitu, pihaknya memantau secara rutin perkembangan banjir dan meminta aparat desa serta kecamatan supaya siaga di lokasi kejadian, sebagai antisipasi bila memang perlu evakuasi.


[Gambas:Video CNN] (Antara/pmg)