Banjir di Pangalengan, Sutopo Singgung Proyek Saluran Air
CNN Indonesia
Jumat, 01 Mar 2019 21:46 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut benjir bandang terjadi di Desa Margamukti, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (1/3) pukul 16.30 WIB. Meski tak ada korban jiwa, tinggi air mencapai hingga 70 sentimeter.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB menyebut banjir itu salah satunya dipicu oleh hujan lebat sejak pukul 14.00 WIB. Sungai Cisangkuy pun meluap.
Selain itu, kata dia, lewat pesan singkatnya, Jumat (1/3). "Adanya proyek pembuatan saluran air, untuk kepentingan proyek, air dialihkan sementara sehingga memasuki jalan raya dan permukiman".
Ia menyebut tak ada kerugian korban jiwa dari banjir dengan Tinggi Muka Air (TMA) 20-70 cm ini. Namun, sebanyak 150 rumah terendam karenanya.
"[Korban jiwa] nihil," ucap dia.
Sutopo pun menyinggung soal banjir di dataran tinggi. Selain Pangalengan, banjir sejenis terjadi di Kota Cimahi, Pasuruan, dan Dieng. "Kali ini banjir bandang di Pengalengan," ucapnya.
Dia menyebut sejumlah penyebab banjir di dataran tinggi. Di antaranya, hutan yang gundul dan pengurangan daerah resapan air.
"Gundulnya hutan, berkurangnya kawasan resapan air, DAS kritis, sungai makin dangkal dan sempit, drainase yang tidak memadai, sungai penuh sampah dan lainnya adalah penyebab banjir. Kita sudah seharusnya jaga alam, alam akan jaga kita juga," kata Sutopo.
[Gambas:Video CNN] (arh/dea)
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB menyebut banjir itu salah satunya dipicu oleh hujan lebat sejak pukul 14.00 WIB. Sungai Cisangkuy pun meluap.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"[Korban jiwa] nihil," ucap dia.
Dia menyebut sejumlah penyebab banjir di dataran tinggi. Di antaranya, hutan yang gundul dan pengurangan daerah resapan air.
"Gundulnya hutan, berkurangnya kawasan resapan air, DAS kritis, sungai makin dangkal dan sempit, drainase yang tidak memadai, sungai penuh sampah dan lainnya adalah penyebab banjir. Kita sudah seharusnya jaga alam, alam akan jaga kita juga," kata Sutopo.
[Gambas:Video CNN] (arh/dea)