Dipaparkan dalam rapat penentuan tarif yang diselenggarakan antara Pemprov DKI dan Komisi C, Rabu (6/3), target penumpang LRT Jakarta rute Velodrome-Kelapa Gading adalah 14.255 penumpang per hari.
Ruslan menilai target itu terlalu besar lantaran rute LRT yang akan beroperasi akhir Maret ini, terlalu pendek yakni 5,8 km.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau terjadi kayak LRT Palembang, itu gimana skenarionya? Gimana subsidinya jika ternyata enggak seperti yang diperkirakan karena jumlah penumpangnya tidak tercapai," ujar Dite.
Menurutnya tarif ojek online tergolong sama dengan tarif LRT yang diusulkan sebesar Rp6.000.
"LRT ini apa iya orang dari Pulomas ke Kelapa Gading mau capek-capek ke stasiun, dari stasiun ke rumah lagi? Kan mendingan ojek, murah sekali pakai gojek, tarifnya paling Rp7 ribu-Rp8 ribu," kata dia.
Untuk LRT, tarif yang diajukan sebesar Rp41.655 dengan subsidi Rp 35.655. Dengan demikian penumpang hanya dikenakan biaya Rp6 ribu.
Kedua tarif ini disebut terlalu tinggi karena pemerintah mengeluarkan subsidi sebesar Rp672 miliar untuk MRT dan Rp327 miliar untuk LRT.
"Idealnya itu jangan terlalu jomplang dengan tarif yang dibebankan oleh masyarakat terhadap susbsidi itu," ketua Komisi C Santoso.
[Gambas:Video CNN] (ani/wis)