Libur Nyepi, Andi Arief Belum Jalani Rehabilitasi

CNN Indonesia | Kamis, 07/03/2019 14:47 WIB
Libur Nyepi, Andi Arief Belum Jalani Rehabilitasi Mantan Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar).
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief memastikan akan menjalani rehabilitasi di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO), Cibubur, Jakarta Timur. Hal ini dikatakan Andi usai polisi memastikan Andi wajib menjalani rehabilitasi paska penangkapannya terkait narkoba pada Minggu (3/3) lalu.

"Saya pasti akan konseling medis," ucap Andi saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (7/3).

Meski begitu, dia belum mulai menjalani rawat jalan rehabilitasi hari ini, Kamis (7/3). Rawat jalan ini, sebagaimana diutarakan sebelumnya oleh kuasa hukum Andi, Dedy Yahya, sebagai bagian dari rehabilitasi ketergantungan narkoba.


Andi mengatakan RSKO tidak beroperasi di hari libur nasional, yakni Hari Raya Nyepi. karena itu, dirinya belum mulai menjalani rawat jalan rehabilitasi pada hari ini.

Lebih jauh Andi menegaskan dirinya tetap akan menjalani rehabilitasi. Dia mengatakan kuasa hukumnya sudah mengatur jadwal untuk rehabilitas tersebut.

Andi mengatakan itu seolah ingin menjawab asumsi sejumlah pihak yang kurang mengenakkan. Terutama ketika ada yang kurang setuju kasus Andi disetop oleh kepolisian begitu saja.

"Pengacara sudah koordinasi waktunya karena hari ini libur," kata Andi.

Sebelumnya, kepolisian menangkap Andi di Hotel Menara Peninsula, Jakarta pada Minggu (3/3). Polisi tidak menemukan barang bukti berupa narkoba. Hanya alat - alat untuk menggunakan sabu. Usai tes urine, Andi dinyatakan positif mengonsumsi sabu.

Kepolisian lantas menyatakan Andi sebatas pengguna. Karenanya, Andi akan menjalani rehabilitasi.

Rehabilitasi awal dijalani Andi di Badan Narkotika Nasional. Setelah itu, Andi akan menjalani rehabilitasi rawat jalan di RSKO.

"Bagian dari rehab ada rawat inap ada rawat jalan. Kebetulan pak Andi rawat jalan. Silakan dirujuk ke rumah sakit yang mana yang bersedia Pak Andi. Jadi RSKO mungkin seperti itu," kata kuasa hukum Andi, Dedy Yahya saat dihubungi wartawan melalui telepon, Rabu (6/3).

[Gambas:Video CNN] (bmw/osc)