Polisi Kerahkan Penjinak Bom Kawal Demo Tolak Bir di DPRD DKI

CNN Indonesia | Jumat, 08/03/2019 14:10 WIB
Polisi Kerahkan Penjinak Bom Kawal Demo Tolak Bir di DPRD DKI Ilustrasi polisi. (REUTERS/Darren Whiteside)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polisi sudah tampak berjaga-jaga di sekitaran Kantor DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Penjagaan ini dilakukan menyusul demo yang dilakukan sejumlah organisasi masyarakat seperti Persaudaraan Alumni (PA) 212 dan Front Pembela Islam (FPI) dalam menolak saham bir yang dikelola PT Delta Djakarta.

Kabagops Polres Metro Jakarta Pusat AKBP I Nengah Adi Putra menyatakan setidaknya ada 993 personel untuk mengawal jalannya demo.

"Peronel ada gabungan dari BKO Brimob, Sabhara Polda, kemudian ada pleton Polwan, Penjinak Bom (Jibom), dan dari Satpol PP juga ada," kata Adi di DPRD DKI Jakarta, Jumat (8/3).


Adi menjelaskan bakal ada pengalihan arus di kawasan Kebon Sirih, jika diperlukan. Namun sejauh ini arus di jalan tersebut masih dibuka dengan dua jalur.

"Tapi apa bila nanti massa cukup banyak dan tidak memenuhi, tidak memungkinkan, kita akan alihkan arus dari mulai simpang 4 Kebon Sirih," ucap dia.


Adapun perlengkapan yang diturunkan ialah dua water cannon dan satu barracuda. Prediksi dari kepolisian bakal ada sedikitnya 200 massa yang datang.

"Kita belum tau, mungkin sekitar 200 sampai 300. Kita lihat nanti perkembangannya setelah Salat Jumat baru ada massa yang akan datang ke sini," tutur dia.

Sekretaris Umum DPP FPI Munarman menyatakan anggota FPI juga akan mendatangi kantor wakil rakyat DKI itu. Namun, ia tidak menjelaskan detail berapa banyak anggota yang akan turun.

"Massa secukupnya. Tuntutan adalah saham Pemprov DKI di perusahaan bir harus dilepas," kata Munarman kepada CNNIndonesia.com.


Dia mengingatkan agar wakil rakyat di dewan untuk tidak mendukung barang haram. Dia mengancam bakal mengumumkan nama-nama calon legislatif yang mempertahankan saham tersebut.

"Biar nanti 17 April enggak dipilih oleh warga Jakarta yang mayoritas 85 persen umat Islam," tutur dia.

Sebelumnya pada Pilkada DKI 2017, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno berjanji akan melepas saham DKI Jakarta di PT Delta Djakarta sebagai penghasil bir. Janji Anies itu terus ditagih masyarakat.

Belakangan, Anies mengatakan DPRD DKI-lah yang menolak untuk melepaskan saham tersebut. Anies pun mengatakan bakal melaporkan penolakan dewan kepada masyarakat.

Diketahui, saham Pemprov DKI di Delta Djakarta berada pada persentase 26,25 persen. Angka ini belum berubah sejak tahun 1970 kepemilikan DKI terhadap saham PT Delta Djakarta.

(dis/DAL)