Prabowo Jelaskan Arti Judul Pidato 'Renaisans Indonesia'

CNN Indonesia | Jumat, 08/03/2019 18:13 WIB
Prabowo Jelaskan Arti Judul Pidato 'Renaisans Indonesia' Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Bandung, CNN Indonesia -- Prabowo Subianto menyebut Indonesia saat ini sedang sakit. Karena itulah Prabowo mengaku memberi judul Renaisans Indonesia dalam pidato kebangsaannya hari ini di Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI), Bandung, Jawa Barat.

Calon presiden nomor urut 02 itu ingin Indonesia sembuh atau menjadi bangsa yang terlahir kembali.

"[Kata] renaisans itu bahasa asing, bisa diartikan lahir kembali, karena negara kita sedang sakit. Iya, kan," kata Prabowo di hadapan massa yang mendengarkan pidatonya, Jumat (8/3).


Indonesia yang sedang sakit, menurut Prabowo, bisa didiagnosa dari sejumlah bidang. Dalam hal pemberantasan korupsi, Prabowo menyebut praktik rasuah saat ini justru semakin buruk. Setiap lapisan disebut Prabowo tak luput dari laku korupsi.

Selain itu, Prabowo membeberkan Indeks Pertumbuhan Manusia Indonesia yang disebutnya berada di peringkat 113. Dengan peringkat itu, Prabowo mengatakan Indonesia masih kalah dari Singapura, Malaysia, Thailand.

Prabowo melanjutkan di bidang pendidikan, khususnya pelajaran matematika, Indonesia berada di peringkat 66 dari 73 negara. Dia juga menyebut berdasarkan data Bank Dunia, ada setengah rakyat Indonesia yang buta huruf secara fungsi.

"Ini bukan saya, ini [kata] Bank Dunia," ujar Prabowo.

Lalu Prabowo menyebut angka harapan hidup Indonesia berada di peringkat 168 dari 245 negara. "Jadi tetap di bawah Singapura, Vietnam, Thailand, dan Malaysia," kata dia.

Hal lain yang disoroti Prabowo adalah demokrasi di Indonesia. Prabowo mengutip data dari Freedom House yang menyebut Indeks Demokrasi Indonesia melorot. 

Data Freedom House itu disebut Prabowo mencerminkan apa yang dialami pihaknya.

"Kalau mau sewa gedung kita dipersulit. Kalau pihak lain boleh. Emak-emak mau datang ke kota-kota bikin acara pidato, di-bully. Diancam-ancam oleh preman," tutur Prabowo.
(tst/wis)