Mantan Menkes Sebut Jokowi-Ma'ruf Lebih Siap Debat Kesehatan

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 09/03/2019 18:51 WIB
Mantan Menkes Sebut Jokowi-Ma'ruf Lebih Siap Debat Kesehatan Mantan Menkes Nafsiah Mboi berpendapat soal kesiapan paslon debat soal kesehatan. (Detikcom/Radian)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin dinilai lebih siap dalam menghadapi masalah kesehatan di Indonesia. Itu dikatakan oleh mantan Menteri Kesehatan Republik Indonesia periode 2012-2014 Nafsiah Mboi.

Nafsiah menanggapi debat calon wakil presiden yang akan diselenggarakan 17 Maret mendatang. Masalah kesehatan diketahui menjadi salah satu bahasannya, selain tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, serta sosial dan budaya.

Alasan Nafsiah menyebut paslon nomor urut 01 lebih siap, karena ia melihat Jokowi sudah lebih berpengalaman menjalankan program-programnya saat memerintah selama lima tahun.



Selain itu, Jokowi juga disebutnya meneruskan program-program yang dimulai oleh pemerintahan-pemerintahan sebelumnya, alih-alih langsung merombak itu.

"Dia melanjutkan pengembangan kesehatan dari sebelumnya. Mulai dari Megawati, SBY itu semua dilanjutkan yang baik-baik. Kalau calon pemimpin yang mau langsung mengubah semua itu berarti dia tidak menguasai data biasanya," ujar Nafsiah di Jakarta, Sabtu (9/3).

Menurut Nafsiah paslon 01 juga lebih banyak menggunakan data dari analisis para ahli. Sementara paslon 02, disebutnya masih sering keliru dalam menyampaikan data.

Ia pun menyinggung soal anggota BPN yang memaparkan visi misi Prabowo-Sandi untuk pelayanan primary health care dalam BPJS Kesehatan. Nafsiah mengatakan layanan kesehatan itu sudah berjalan sejak lama dan pemanfaatannya sudah cukup besar.


Sementara Prabowo-Sandi pernah menyebut pelayanan primary health care ada kebocoran.

Nafsiah kemudian memaparkan, pemanfaatan layanan tersebut di rumah sakit swasta terbilang menurun, namun masih di angka 61 persen. Sedangkan di rumah sakit pemerintah pemanfaatannya hanya 39 persen. Selain itu, kepuasan peserta BPJS Kesehatan mencapai 80 persen dan kepuasan fasilitas kesehatan mencapai 75 persen.

"Sekarang [pada kenyataannya] primary health care kita luar biasa," jelasnya.

Hanya saja, Nafsiah tidak memungkiri bahwa layanan itu masih harus ditingkatkan.


Meski menyebut paslon 01 lebih siap, Nafsiah menganggap kedua paslon belum terlalu serius menangani sejumlah masalah utama kesehatan. Di antaranya masalah stunting dan pengendalian tembakau serta rokok. Kedua paslon disebutnya belum bisa mempengaruhi sistem politik untuk mendukung pengendalian tembakau dan konsumsi rokok.

"Peraturan pemerintah soal rokok seperti iklan dan sebagainya belum ada, tetapi tingkat peraturan pemerintah belum sampai daerah," kata Nafsiah.

Hal-hal yang disebut Nafsiah sebelumnya telah disinggung kedua paslon. Dalam diskusi yang sama, BPN dan TKN memaparkan visi misi kedua paslon. Jokowi-Ma'ruf akan fokus mengurangi angka stunting, sementara Prabowo-Sandi memperbaiki pelayanan BPJS Kesehatan. (ani/rsa)