KRL Anjlok, Dirjen Perkeretaapian Diperintahkan Evaluasi

CNN Indonesia | Minggu, 10/03/2019 13:39 WIB
KRL Anjlok, Dirjen Perkeretaapian Diperintahkan Evaluasi Suasana KRL anjlok. (Foto: ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi direncanakan akan meninjau lokasi kejadian anjloknya KRL Jakarta-Bogor di perlintasan kereta Stasiun Cilebut, sekitar pukul 13.00 WIB, Minggu (10/3).

"Menteri hari ini sekitar pukul 13.00 WIB akan meninjau lokasi kejadian, beliau sudah memerintahkan Dirjen Perkeretaapian segera melakukan evaluasi sambil menunggu hasil investigasi mengenai penyebab kecelakaan," kata Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub Hengki Angkawasan dalam keterangan tertulis, Minggu (10/3).

Hengki mengatakan Kemenhub menerima laporan dari Balai Perkeretaapian Jakarta dan Banten serta PT KAI bahwa posisi kejadian anjloknya kereta commuter line berada di daerah antara Stasiun Cilebut-Bogor kilometer 51, JPL 28 Kebon Pedes Bogor.


"Kereta commuter line 1722 tersebut dilaporkan anjlok dan tertimpa tiang Listrik Aliran Atas, Masinis yang mengemudikan bernama Yakub Agus S dan PPA bernama Danang," jelasnya.

Lalu, Hengki pun menghimbau kepada masyarakat yang ingin bepergian menggunakan KRL untuk memakai moda transportasi lainnya.

Senada dengan Hengki, VP Corporate Communication PT KCI, Eva Chairunnisa menghimbau kepada masyarakat yang telah terlanjur membeli tiket KRL untuk melakukan refund di stasiun terdekat.

"Pengguna jasa yang tidak bisa menunggu, dapat menggunakan transportasi lain atau refund tiket di stasiun terdekat," tutur Eva saat diwawancarai CNN Indonesia TV, Minggu (10/3).

Akibat kejadian tersebut, perjalanan dari Stasiun Cilebut menuju Stasiun Bogor terhenti. Saat ini, KRL hanya melayani penumpang sampai Stasiun Depok. (din/asa)