Jokowi: Kelola Indonesia Tak Mudah, Butuh Orang Berpengalaman

CNN Indonesia | Minggu, 10/03/2019 14:18 WIB
Jokowi mengajak rakyat tak mempercayakan kepemimpinan kepada orang yang tidak berpengalaman untuk memimpin negara sebesar Indonesia. Jokowi mengajak rakyat tak mempercayakan kepemimpinan kepada orang yang tidak berpengalaman untuk memimpin negara sebesar Indonesia. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon presiden 01 Joko Widodo mengajak rakyat tak mempercayakan kepemimpinan kepada orang yang tidak berpengalaman. Jokowi mengatakan pengalaman diperlukan untuk memimpin negara sebesar Indonesia yang memiliki sekitar 269 juta penduduk.

"Jadi perlu saya ingatkan sekali lagi dengan negara sebesar Indonesia mengelolanya tidak mudah, tidak gampang. Jadi jangan diberikan kepada yang belum berpengalaman," kata Jokowi di Monumen Perjuangan Rakyat, Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu (10/3).

Jokowi mengaku beruntung dapat kesempatan memiliki pengalaman dari bawah, mulai menjadi wali kota Solo selama dua periode, gubernur DKI Jakarta, hingga menjadi presiden periode 2014-2019. Menurutnya, pengalaman memimpin pemerintahan itu mendorong dirinya untuk maju kembali pada pemilihan presiden atau Pilpres 2019.

"Pengalaman itu lah yang memberikan dorongan memotivasi saya dan memudahkan bagi saya dalam mengelola pemerintahan, mengelola negara sebesar negara kita indonesia ini," kata Jokowi.


Calon presiden nomor 01 itu mengatakan tak mudah menguasai masalah-masalah yang ada di setiap provinsi, kabupaten maupun kota. Jokowi menyatakan masing-masing wilayah di Indonesia memiliki permasalahan yang berbeda-beda.

"Hati-hati, 269 juta (penduduk) itu adalah tanggung jawab kita semuanya. Kalau diberikan kepada yang belum berpengalaman bagaimana jadinya?" ujarnya.

Jokowi pada Pilpres 2019 ini menggandeng Ketua MUI yang juga mantan Rais Aam PBNU Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden. Pasangan Jokowi-Ma'ruf melawan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Prabowo diketahui tak memiliki pengalaman memimpin pemerintahan. Ia menghabiskan karirnya di militer, mulai menjabat Komandan Jenderal Pasukan Khusus, Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat, hingga sebagai Komandan Sekolah Staf dan Komando ABRI.

Sementara Sandiaga berlatar pengusaha memiliki pengalaman sebagai wakil gubernur DKI Jakarta yang hanya menjabat sekitar satu tahun.

(fra/gil)