Demokrat Respons Agum Gumelar: Dukungan SBY ke Prabowo Halal

CNN Indonesia | Senin, 11/03/2019 14:57 WIB
Demokrat Respons Agum Gumelar: Dukungan SBY ke Prabowo Halal Ketua Umum Demokrat Suslo Bambang Yudhoyono saat bertemu calon presiden Prabowo Subianto beberapa waktu lalu. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Bidang Hukum dan Advokasi DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menyarankan kepada Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Agum Gumelar agar tidak mengkritik Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Agum dinilai lebih baik mengkritik Prabowo Subianto, karena SBY bukan peserta Pilpres 2019.

"Saya sarankan jika memang Agum mau mengkampanyekan Jokowi dan mengkritik Prabowo, silakan saja, tapi jangan sok-sokan menyalahkan dan mengkritik sikap politik Demokrat dan SBY yang mendukung Prabowo. SBY bukan peserta pilpres, jadi tak perlu dikritik. Kritik saja yang ikut pilpres," ucap Ferdinand saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (11/3).

Agum sebelumnya mempertanyakan sikap SBY selaku ketua umum Partai Demokrat yang sudi mendukung Prabowo di Pilpres 2019. Padahal, kata Agum, dulu SBY termasuk anggota Dewan Kehormatan Perwira ABRI yang menandatangani pemecatan Prabowo atas kasus penculikan aktivis


"Tanda tangan semua. Soebagyo HS tanda tangan. Agum Gumelar tanda tangan, SBY tanda tangan. Yang walaupun sekarang ini saya jadi heran, ini yang tanda tangan rekomendasi kok malah sekarang mendukung. Tak punya prinsip itu orang," kata Agum dalam sebuah diskusi yang diunggah Ulin Yusron di akun facebooknya.

Menanggapi hal itu, Ferdinand mengatakan bahwa dukungan yang diberikan partainya kepada capres Prabowo bersifat sah dan halal. Karenanya, tidak perlu dipertanyakan dan dikaitkan dengan kasus di masa lalu.

Ferdinand mengatakan bahwa dukungan politik itu bersifat bebas dan independen. Pula, tidak bisa dikaitkan dengan keputusan DKP terhadap Prabowo di masa silam. 

"Agum tidak etis mengkritik sikap Partai Demokrat dan SBY soal dukungannya kepada Prabowo karena dukungan itu sah dan halal serta tidak melanggar aturan apapun," ucap Ferdinand.

Ferdinand menegaskan bahwa partainya telah mengambil keputusan mendukung Paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Dia menyatakan keputusan Demokrat itu adalah bagian dalam memberikan yang terbaik kepada rakyat Indonesia.

"Bagi Demokrat, memberikan yang terbaik bagi rakyat adalah sesuatu yang mutlak," ujar Ferdinand. (bmw/wis)