Konser Solidaritas Dhani Batal, BPN Soroti Aksi Polisi

CNN Indonesia | Senin, 11/03/2019 19:06 WIB
Konser Solidaritas Dhani Batal, BPN Soroti Aksi Polisi Kubu Prabowo menyoroti sikap polisi yang tidak memberikan izin untuk konser solidaritas Ahmad Dhani digelar, Minggu malam. (CNN Indonesia/Farid Miftah Rahman)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kubu pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno angkat bicara batalnya konser solidaritas untuk Ahmad Dhani Prasetyo bertajuk 'Dewa 2019 All Star: Hadapi dengan Senyuman' yang seharusnya diselenggarakan pada Minggu (10/3) malam.

Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Yandri Susanto mempertanyakan alasan polisi membatalkan konser tersebut. Menurutnya, konser tersebut tak lebih dari sekadar pertunjukan seni.

"Konser itu seni ya. Masa orang mau nyanyi saja enggak boleh? Makanya kita agak mempertanyakan juga apa yang menjadi keputusan polisi," kata Yandri di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (11/3).


Ia pun menilai aparat kepolisian telah mengarang beragam alasan untuk tidak memberikan izin penyelenggaraan konser solidaritas untuk Ahmad Dhani. Salah satunya, dengan mengatakan bahwa permohonan tidak dilengkapi surat izin kedatangan cawapres Sandiaga Uno.

Konser Solidaritas Dhani Batal, BPN Soroti Aksi Polisi Yandri Susanto (CNN Indonesia/Ramadhan Rizki Saputra)



Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu menyebut alasan pihak kepolisian itu sebagai sebuah drama yang bersifat lucu-lucuan.

"Sudahlah itu masyarakat enggak bisa dibohongi lagi. Itu drama-drama yang lucu-lucuan. Apapun yang disampaikan polisi selama menurut rakyat tidak wajar ya kami tidak akan percaya dengan keputusan polisi," ucapnya.

Senada, Wakil Ketua BPN Prabowo-Sandi, Mardani Ali Sera ikut mempertanyakan alasan polisi tidak menerbitkan izin konser solidaritas untuk Ahmad Dhani. Menurut dia, polisi seharusnya menerbitkan izin dan melakukan pengamanan acara tersebut.

"Semestinya lebih pada pendekatan yang sifatnya kekeluargaan saja, toh yang hadir 200 orang. Tinggal diamankan dengan baik, kan mau nyanyi saja bukan mau demo," ujar politikus PKS itu.


Mardani menambahkan, tindakan polisi yang tidak memberikan izin atau seolah-olah menghalangi penyelenggaraan konser solidaritas untuk Ahmad Dhani, berpotensi membuat dukungan terhadap pentolan grup musik Dewa 19 tersebut semakin tinggi.

"Semakin 'dihalangi' dengan alasan apapun semakin menggumpal, semakin kuat menggumpal untuk mendukung Ahmad Dhani," ucapnya.

Konser solidaritas untuk Ahmad Dhani yang rencananya digelar Minggu (10/3) malam disebut tidak mendapatkan izin, hingga akhirnya batal terselenggara.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur, Komisaris Besar Polisi Frans Barung Mangera mengatakan pihaknya belum sama sekali menerima pengajuan perizinan dari penyelenggara.

"Di Polda tidak ada itu. Enggak ada, Kabid Intel kemarin sudah saya konfirmasi katanya enggak ada," kata Barung, saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Minggu, pagi.

Hal senada juga datang dari Kasat Intelkam Polrestabes Surabaya, AKBP Asmoro yang menyebut perizinan gelaran konser yang bakal digelar di Grand City Convention Center, Surabaya, itu juga belum dikeluarkan pihaknya.




(mts/ain)