Anies Janji Pulang Pergi Balai Kota Gunakan MRT

CNN Indonesia | Selasa, 12/03/2019 20:56 WIB
Anies Janji Pulang Pergi Balai Kota Gunakan MRT Anies Baswedan melaporkan progres positif MRT. Anies berjanji menggunakan MRT untuk berangkat ke Balai Kota DKI. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berjanji bakal menggunakan moda transportasi Mass Rapid Transit (MRT) untuk berangkat kerja dari rumah menuju Balai Kota DKI Jakarta. Hal ini diucapkan Anies menyusul MRT yang kini sudah menjalani masa uji coba kepada masyarakat.

"Saya akan mulai menggunakan MRT untuk berangkat pulang kantor," kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (12/3).

Anies mengungkapkan jam operasional dari MRT bakal dimulai sejak pukul 05.30 WIB hingga pukul 22.00 WIB. Semua finalisasi perizinan pun dipastikan Anies telah selesai diurus oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.


"Sudah alhamdullilah baik tadi pagi kita rapat khusus soal MRT untuk persiapannya. Semua finalisasi proses perizinan sudah pada fase final. Kemudian proses pengangkutan juga berjalan lancar," terang dia.


Sementara itu diakui Anies bahwa penerapan tarif MRT masih menunggu dari pergerakan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta.

Sekretaris Komisi C James Arifin Sianipar menyatakan bahwa penetapan tarif masih dilakukan tahap penggodokan rapat pimpinan gabungan di dewan. Dewan masih membicarakan mengenai subsidi yang bakal disuntikkan ke tarif MRT.

"Itu masalah Public Service Obligation (PSO) yang ada di subsidi. Kalau subsidi kan uangnya rakyat, yang menikmati LRT dan MRT nih, tentunya harus ada kajian mereka," terang James.


James mengatakan pihaknya tak ingin lagi kecolongan dalam menentukan PSO seperti Trans Jakarta sebesar Rp3,2 triliun. Angka itu dianggap terlalu besar dengan kebutuhan yang ada. Menurutnya PSO juga harus memperhitungkan angka penumpang yang ditargetkan perhari.

"Dan berapa angka penumpang nya setiap hari dan berapa orang yang kita subsidi. Kan harus ada hitung-hitungan nya. Jangan terulang lagi untuk yang sekarang ini," terang dia.

Rencana tarif yang ditetapkan adalah sebesar Rp8.500 hingga Rp10.000 rupiah. Namun angka ini masih belum pasti karena masih menghitung besaran subsidi dan prakiraan penumpang.

[Gambas:Video CNN] (ctr/ain)