Polisi Sebut Teroris Sibolga Masuk Bidikan Densus 88

CNN Indonesia | Selasa, 12/03/2019 20:49 WIB
Polisi Sebut Teroris Sibolga Masuk Bidikan Densus 88 Kepala Divisi Humas Polri Irjen Muhammad Iqbal mengatakan Husain alias Abu Hamzah, teroris yang ditangkap di Sibolga terkait jaringan teroris di Lampung. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Divisi Humas Polri Irjen Muhammad Iqbal mengatakan Husain alias Abu Hamzah, teroris yang ditangkap di Sibolga, Sumatra Utara, sudah masuk bidikan pihak Densus 88 Antiteror.

"Densus sudah menjajaki kelompok ini beberapa waktu lalu," kata Iqbal saat dikonfirmasi, Selasa (12/3).

Iqbal mengamini Abu Hamzah terkait dengan teroris RIN alias PS yang ditangkap di Lampung akhir pekan lalu. Saat ini, kata Iqbal, pihaknya tengah mengembangkan penangkapan tersebut untuk menangkap tersangka lainnya.


"Densus lanjut mengembangkan ke Sibolga untuk menangkap tersangka lain jaringan Lampung tersebut," ujarnya.


Lebih lanjut, Iqbal memastikan bahwa penangkapan teroris di Sibolga tersebut tidak berkaitan dengan pelaksanaan Pemilu 2019.

"Penangkapan kasus teror di Sibolga tidak ada kaitan dengan pemilu," ucap Iqbal.

Sebelumnya, ledakan terjadi di Kota Sibolga, Sumatra Utara, sekitar pukul 14.50 WIB. Ledakan tersebut terjadi saat polisi hendak menangkap seorang teroris bernama Husain alias Abu Hamzah. Bom tersebut melukai petugas.

"Saat akan dilakukan pengecekan awal di rumah pelaku, sekitar pukul 14.50 WIB terjadi bom meledak," kata Iqbal.


Saat ini tim Densus 88 Antiteror dan Polres Sibolga bersama tokoh masyarakat sedang melakukan upaya negosiasi agar terduga istri dan anak pelaku mau menyerahkan diri.

"Di dalam rumah pelaku, diduga ada istri pelaku dan anak pelaku," kata Iqbal.

Polisi meminta bantuan seorang tokoh agama setempat, ustaz Zainun untuk membujuk terduga teroris dan keluarganya. Zainun berbicara melalui pengeras suara masjid.

Pada Sabtu (9/3) lalu, polisi telah lebih dulu menangkap RIN alias PS di Lampung. Ia disebut akan melakukan aksi amaliyah di kantor polisi di Lampung dan Jakarta.


[Gambas:Video CNN] (dis/pmg)