Terduga teroris yang ditangkap Detasemen Khusus (Densus) 88 antiteror di Sibolga bernama Husain alias Abu Hamzah. Abu Hamzah diduga merupakan satu jaringan dengan teroris berinisial R alias PS yang ditangkap di Lampung beberapa waktu lalu.
"Memang diduga terkait dengan jaringan PS yang di Lampung kemarin," kata Kadiv Humas Polri Irjen Muhammad Iqbal saat dikonfirmasi, Selasa (12/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, Iqbal belum menjelaskan secara rinci perihal jaringan teroris tersebut. Pasalnya, sampai saat ini polisi masih terus melakukan pendalaman.
Polisi juga menyebut telah menemukan jejak komunikasi yang dilakukan oleh teroris berinisial R alias PS di Lampung dan PK alias SS di Kalimantan Barat. Polisi menyelidiki komunikasi keduanya.
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menuturkan jejak komunikasi tersebut ditemukan dari proses pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak Densus 88 Antiteror.
"Dari pihak Densus mulai menemukan jejak komunikasi dengan beberapa orang, ini akan dikembangkan," kata Dedi di Mabes Polri, Selasa (12/3).
Berdasarkan hasil pemeriksaan, kata Dedi, dua teroris yang ditangkap tersebut merupakan bagian dari sleeping cell atau sel tidur teroris.
"Para lone wolf ini terpapar JAD," ujarnya.
R ditangkap setelah orangtuanya, Teguh (57) melaporkannya ke Polsek Kedaton. Teguh menilai anaknya telah berpaham aliran Islam garis keras.
Dia sengaja melaporkan polisi lantaran tidak mau anaknya melakukan tindakan yang lebih jauh.
Selain untuk mendanai aksi, perampokan juga bertujuan untuk memerangi uang hasil riba di bank.
Dari kedua TKP tersebut, polisi juga menemukan bom rakitan jenis pipa (paralon) di Lampung dan bom kaleng di Kalbar. Berdasarkan keterangan pelaku, rencananya bom rakitan tersebut akan digunakan untuk aksi amaliyah.
[Gambas:Video CNN] (dis/ugo)