Polisi Dalami Keterkaitan Teroris Sibolga dan Lampung

CNN Indonesia | Selasa, 12/03/2019 20:33 WIB
Polisi Dalami Keterkaitan Teroris Sibolga dan Lampung Karopenmas Divisi Humas Polri, Dedi Prasetyo. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polisi mendalami keterkaitan pelaku tindak pidana terorisme di Sibolga dengan terduga teroris yang ditangkap sebelumnya di Lampung.

Terduga teroris yang ditangkap Detasemen Khusus (Densus) 88 antiteror di Sibolga bernama Husain alias Abu Hamzah. Abu Hamzah diduga merupakan satu jaringan dengan teroris berinisial R alias PS yang ditangkap di Lampung beberapa waktu lalu.

"Memang diduga terkait dengan jaringan PS yang di Lampung kemarin," kata Kadiv Humas Polri Irjen Muhammad Iqbal saat dikonfirmasi, Selasa (12/3).


Iqbal menyebut penangkapan Abu Hamzah tersebut merupakan hasil pengembangan dari penangkapan terhadap RIN.

Meski begitu, Iqbal belum menjelaskan secara rinci perihal jaringan teroris tersebut. Pasalnya, sampai saat ini polisi masih terus melakukan pendalaman.

Jejak Komunikasi Lampung dan Kalbar

Polisi juga
 
menyebut telah menemukan jejak komunikasi yang dilakukan oleh teroris berinisial R alias PS di Lampung dan PK alias SS di Kalimantan Barat. Polisi menyelidiki komunikasi keduanya.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menuturkan jejak komunikasi tersebut ditemukan dari proses pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak Densus 88 Antiteror.

"Dari pihak Densus mulai menemukan jejak komunikasi dengan beberapa orang, ini akan dikembangkan," kata Dedi di Mabes Polri, Selasa (12/3).

Berdasarkan hasil pemeriksaan, kata Dedi, dua teroris yang ditangkap tersebut merupakan bagian dari sleeping cell atau sel tidur teroris.

"Para lone wolf ini terpapar JAD," ujarnya.
R ditangkap Densus 88 Antiteror Polri bersama Polsek Kedaton di kediamannya, Jalan Sam Ratulangi, Kelurahan Penengahan Raya, Kecamatan Kedaton, Bandar Lampung, Provinsi Lampung, Sabtu (9/3) malam.

R ditangkap setelah orangtuanya, Teguh (57) melaporkannya ke Polsek Kedaton. Teguh menilai anaknya telah berpaham aliran Islam garis keras.

Dia sengaja melaporkan polisi lantaran tidak mau anaknya melakukan tindakan yang lebih jauh.
Sementara itu, di lokasi terpisah, Densus juga mengamankan SS di rumahnya di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. PK alias SS disebut merencanakan perampokan di Surabaya. Perampokan direncanakan untuk mencari uang untuk mendanai aksi teroris.

Selain untuk mendanai aksi, perampokan juga bertujuan untuk memerangi uang hasil riba di bank.

Dari kedua TKP tersebut, polisi juga menemukan bom rakitan jenis pipa (paralon) di Lampung dan bom kaleng di Kalbar. Berdasarkan keterangan pelaku, rencananya bom rakitan tersebut akan digunakan untuk aksi amaliyah.
[Gambas:Video CNN] (ugo/ugo)