Pasca Bom Susulan di Sibolga, Polisi Evakuasi Warga

CNN Indonesia | Rabu, 13/03/2019 08:16 WIB
Pasca Bom Susulan di Sibolga, Polisi Evakuasi Warga Warga menyaksikan lokasi terjadinya ledakan yang diduga bom saat penggerebekan terduga teroris di kawasan Jalan KH Ahmad Dahlan, Pancuran Bambu, Sibolga Sambas, Kota Siboga, Sumatera Utara, Selasa (12/3). (ANTARA FOTO/Jason Gultom)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polisi langsung melakukan evakuasi warga yang masih berada di sekitar lokasi ledakan di rumah terduga teroris Husain alias Abu Hamzah di Jalan KH Ahmad Dahlan, Gang Sekuntum, Kelurahan Pancuran Bambu, Kecamatan Sibolga Sambas, Sibolga, Sumatra Utara.

Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi hal tak diinginkan pasca terjadinya ledakan susulan Rabu dini hari (13/3) seperti dikutip dari Antara.

"Kami meminta kepada seluruh masyarakat agar segera meninggalkan lokasi, karena warga yang tinggal di sekitar ledakan sudah dievakuasi semuanya. Kami minta agar warga segera meninggalkan tempat ini demi keselamatan kita bersama," kata polisi kepada warga yang ada di sekitar lokasi.

Ledakan dahsyat dua kali berturut-turut itu membuat warga panik dan berhamburan. Sebab, sejak Selasa sore hari dilakukan negosiasi antara pihak polisi dan istri terduga teroris belum ada hasil sampai bom meledak.


Sebelumnya ledakan pertama terjadi tak jauh dari rumah Abu Hamzah pada Selasa (22/3) sekitar pukul 14.50 WIB. Ledakan terjadi saat polisi hendak menangkap Abu Hamzah. Ledakan itu bahkan melukai seorang aparat kepolisian.

Abu Hamzah sudah ditangkap Densus 88, Selasa sore. Namun, istri Abu Hamzah bertahan di rumah bersama satu putranya yang masih berusia tiga tahun.

Sementara itu, informasi yang berhasil dihimpun di lapangan menyebutkan banyak bom di rumah terduga teroris itu. Sehingga polisi khususnya Densus 88 dan Gegana harus hati-hati melakukan tindakan. Selain itu, rumah terduga teroris itu berada di kawasan padat penduduk.

Polisi pun meminta bantuan tokoh agama agar istri pelaku menyerahkan diri. Namun wanita itu bersama anaknya memilih tetap bertahan di rumah lantai 2 tersebut.

Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian mengatakan istri dari pelaku terduga teroris tersebut ‎dinilai radikal dan keras.

"Anggota saat ini masih melakukan negoisasi. Istrinya cukup radikal dan keras‎," ucap Tito kepada wartawan di Medan, Selasa malam.

Sampai pagi ini wartawan belum diperkenankan masuk ke lokasi kejadian ledakan, dan informasi dari pihak kepolisian juga belum bisa diperoleh. (Antara/dea)