Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi hal tak diinginkan pasca terjadinya ledakan susulan Rabu dini hari (13/3) seperti dikutip dari Antara.
"Kami meminta kepada seluruh masyarakat agar segera meninggalkan lokasi, karena warga yang tinggal di sekitar ledakan sudah dievakuasi semuanya. Kami minta agar warga segera meninggalkan tempat ini demi keselamatan kita bersama," kata polisi kepada warga yang ada di sekitar lokasi.
Ledakan dahsyat dua kali berturut-turut itu membuat warga panik dan berhamburan. Sebab, sejak Selasa sore hari dilakukan negosiasi antara pihak polisi dan istri terduga teroris belum ada hasil sampai bom meledak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Abu Hamzah sudah ditangkap Densus 88, Selasa sore. Namun, istri Abu Hamzah bertahan di rumah bersama satu putranya yang masih berusia tiga tahun.
Sementara itu, informasi yang berhasil dihimpun di lapangan menyebutkan banyak bom di rumah terduga teroris itu. Sehingga polisi khususnya Densus 88 dan Gegana harus hati-hati melakukan tindakan. Selain itu, rumah terduga teroris itu berada di kawasan padat penduduk.
Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian mengatakan istri dari pelaku terduga teroris tersebut dinilai radikal dan keras.
"Anggota saat ini masih melakukan negoisasi. Istrinya cukup radikal dan keras," ucap Tito kepada wartawan di Medan, Selasa malam.
Sampai pagi ini wartawan belum diperkenankan masuk ke lokasi kejadian ledakan, dan informasi dari pihak kepolisian juga belum bisa diperoleh. (antara/dea)