Kasus Sibolga, DPR Dorong Bentuk Pengawas Pemberantasan Teror

CNN Indonesia | Kamis, 14/03/2019 23:24 WIB
Kasus Sibolga, DPR Dorong Bentuk Pengawas Pemberantasan Teror Personel kepolisian berjaga di lokasi terjadinya ledakan yang diduga bom saat penggerebekan terduga teroris di kawasan Jalan KH Ahmad Dahlan, Pancuran Bambu, Sibolga Sambas, Kota Siboga, Sumatera Utara, Selasa (12/3). (ANTARA FOTO/Jason Gultom)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Bambang Soesatyo meminta Komisi III DPR secepatnya membentuk Dewan Pengawas Pemberantasan Terorisme. Menurutnya, ini sebagai amanat dari implementasi Undang-undang (UU) Nomor 5 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

Hal itu ia katakan menyusul ditangkapnya terduga teroris Abu Hamzah oleh Densus 88 Antiteror dan aksi bom bunuh diri di Sibolga, Sumatera Utara (12/3).

"Mendorong Komisi III DPR untuk segera membentuk Dewan Pengawas untuk melakukan pengawasan dalam upaya pemberantasan terorisme, sebagai amanat dari Undang-undang Antitrorisme," kata Bamsoet dalam keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Kamis (14/3).


Diketahui, dalam Pasal 43J UU Nomor 5 tahun 2018 menyatakan Dewan Pengawas harusnya sudah dibentuk oleh DPR RI. Akan tetapi, dewan pengawas itu belum juga dibentuk sejak undang-undang itu disahkan pada Mei 2018 lalu.


Dewan pengawas itu nantinya akan mengawasi seluruh kinerja pemberantasan terorisme mulai dari pencegahan hingga penindakan. Lebih lanjut, Bamsoet turut menyatakan dukungannya kepada pihak kepolisian dan TNI untuk mengusut tuntas jaringan teroris di Indonesia.

Ia meminta agar pihak berwenang menindak tegas para pihak-pihak yang terbukti melakukan pelanggaran dan aksi terorisme.

"DPR RI tetap berkomitmen dalam mendukung Pemerintah dalam pemberantasan dan pencegahan terorisme sesuai hukum positif yang berlaku," kata dia.

Selain itu, Bamsoet turut mendorong operasi intelijen gabungan dari Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssusgab) TNI, Badan Intelijen Negara (BIN), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), dan Intelijen Kepolisian untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap pergerakan aksi terorisme.


Terlebih lagi, kata dia, perhelatan Pemilu serentak tahun 2019 sudah semakin dekat agar keamanan nasional tetap terjaga dengan baik.

"Dengan mengantisipasi, mencegah, serta menanggulangi pergerakan terorisme, terutama menjaga stabilitas keamanan jelang Pemilu 2019, mengingat saat ini pergerakan terorisme bersifat sporadis," kata dia.

Bamsoet turut mengimbau agar masyarakat selalu waspada dan berpartisipasi dalam menjaga keamanan di lingkungan tempat tinggalnya masing-masing. "Laporkan ke aparat kepolisian apabila mengetahui adanya potensi pergerakan terorisme dan radikalisme," kata dia.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengatakan Densus 88 telah meringkus tiga orang terduga teroris, termasuk Abu Hamzah, di Sibolga, Selasa (12/3). Penangkapan ini merupakan pengembangan dari penangkapan Ro, terduga teroris di Lampung sebelumnya.

"Tim dari Densus 88 Mabes Polri berangkat ke Sibolga untuk melakukan pengembangan dari penangkapan seorang tersangka yang ada di Lampung," kata Tito di Ponpes Al Kautsar, Medan, Selasa malam.

[Gambas:Video CNN]

(rzr/ain)