"Kalau kemudian ada keinginan menarik TNI hanya karena pemilu, ya tidak logis," ujar Wiranto di Kantor Kemkopolhukam, Jakarta, Kamis (14/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nah, jangan sampai dicampuradukkan ya. Kalau ada permintaan TNI ditarik karena mau pemilu ya itu namanya salah arah," ujarnya.
"Sekarang dari hasil indeks kerawanan pemilu itu sudah kita berangsur-angsur bisa menetralisirnya. Sehingga kita harapkan pada nanti saatnya hari H, pada saat pemilu itu kerawanan-kerawanan yang tadinya merupakan bagian dari kemungkinan-kemungkinan rawan sudah dapat dinetralisir, termasuk di Papua," ujar Wiranto.
Sebelumnya, Staf Khusus (Stafsus) Presiden Kelompok Kerja Papua, Lenis Kagoya meminta 600 prajurit TNI tambahan ditarik kembali dari Kabupaten Nduga, Papua. Lenis mengaku sudah menyampaikan usul tersebut kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Lihat juga:TNI Bantu Pembangunan Jembatan Trans Papua |
Lenis khawatir penambahan pasukan TNI yang diperuntukkan mengawal pembangunan Jalan Trans Papua menimbulkan ketegangan baru. Lenis juga mengatakan penarikan pasukan TNI ini dilakukan demi menjaga kondusifitas menjelang pemilihan presiden (Pilpres) 2019.
[Gambas:Video CNN] (jps/arh)