Mahfud Sempat Ingatkan Romi 'Diikuti' Sebelum OTT KPK

CNN Indonesia | Sabtu, 16/03/2019 16:39 WIB
Mahfud Sempat Ingatkan Romi 'Diikuti' Sebelum OTT KPK Mantan Ketua MK Mahfud MD merespons dugaan jual beli jabatan di Kementerian Agama yang melibatkan Romahurmuziy. (Foto: CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
Semarang, CNN Indonesia -- Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menduga Ketua Umum PPP Romahurmuziy 'ketagihan' dalam bermain jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama.

Pernyataan Mahfud ini muncul setelah pihak KPK memberikan keterangan resmi soal penetapan tersangka terhadap ketua umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu.

"Orang kalau sudah begitu kan seperti orang mabuk, nagih lagi, tidak sadar melakukan lagi, ngelakukan lagi", ungkap Mahfud usai menjadi pembicara di satu seminar di Semarang, Sabtu (16/3).


Mahfud sendiri mengaku sempat mengingatkan Rommy beberapa kali karena melihat banyaknya permasalahan jabatan di Kementerian Agama.

"Saya sudah ngingatkan dia dulu bahwa dijejak, dijejak itu diikuti. Saya beritahu dia, hati-hati loh Anda, jangan sembarangan ngomong, saya tahu Anda dijejak," katanya.


Bagi Mahfud, apa yang dilakukan KPK sudah tepat sehingga jangan sampai ada pihak yang berspekulasi dengan menghubungkan lembaga itu dengan politik.

KPK menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan suap jual beli jabatan di Kementerian Agama. Mereka adalah Romahurmuziy, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur, Haris Hasanuddin.

Usai dilakukan OTT pada Jumat, KPK membawa mereka ke Mapolda Jawa Timur untuk pemeriksaan. Keenam orang tersebut kemudian diterbangkan ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih mendalam. Mereka tiba di Gedung Merah Putih KPK pada pukul 20.13 WIB.

Sekitar pukul 17.00 WIB, tim KPK mendatangi Kantor Kementerian Agama dan menyegel sejumlah ruangan, di antaranya ruangan Menteri Agama dan Sekjen Kemenag. (dmr/asa)