Dengan peningkatan status badan hukumnya, otomatis FKUB bakal mendapatkan dana yang bersumber dari APBN. Selama ini FKUB menerima kucuran dari APBD masing-masing daerah, baik provinsi, kabupaten, maupun kota.
"Kami sangat bersyukur jawaban dari Presiden, Mensesneg, Menag kompak sudah diproses menjadi peraturan presiden nanti. Yang nanti dananya dari APBN," kata Ketua Umum FKUB Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet di Kompleks Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (18/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Paling tidak kalau ada dari APBN yang merata, dari semuanya kemudian difasilitasi dengan baik, kemudian akan mendapatkan semangat motivasi yang baik, FKUB kabupaten, kota berjalan," ujar.
"Terserah kebutuhan masing-masing, kan, ada yang demografinya bagaimana, topografinya bagaimana, kemudian lautan, kepulauan begitu lain-lain," tuturnya.
"Kalau FKUB bisa berjalan dan bekerja dengan baik di Indonesia maka saya yakin Indonesia rukun, aman, damai dan kita akan bsa membangun bangsa kita lebih baik," kata Ida menambahkan.
FKUB dalam pertemuan itu juga menyinggung soal kabar bohong alias hoaks dan fitnah yang terus disebarkan. Ida mengaku pihaknya siap membantu menangkal hoaks dan fitnah yang bisa menimbulkan perpecahan.
"Itu semua hoaks fitnah-fitnah yang tidak logic, yang tidak masuk nalar itu juga (menjadi) arahan presiden. Dan kami siap untuk menangkal meluruskan segala berita yang tidak masuk akal, fitnah, hoaks," kata Ida.
Selain melawan hoaks, Ida menegaskan bahwa FKUB siap mengawal pelaksanaan Pemilu 2019, baik pemilihan legislatif maupun presiden, pada 17 April mendatang. Ia mengimbau masyarakat tak terbelah meskipun berbeda pilihan dalam pesta demokrasi lima tahunan kali ini.
Ida menambahkan pihaknya bersyukur memiliki pemimpin seperti Jokowi karena mampu menjaga kerukunan umat beragama selama empat tahun kepemimpinan dalam periode pertama. Ia pun mendoakan agar Jokowi tetap diberikan kesehatan.
"Kami mendoakan beliau agar selalu sehat walafiat untuk melanjutkan pembangunan-pembangunan, membangun bangsa NKRI yang berdasarkan Pancasila dan bhinneka tunggal ika," tuturnya. (fra/wis)