Jokowi Bantu Perbaikan Rumah Warga Dampak Bom Sibolga

Tim, CNN Indonesia | Minggu, 17/03/2019 22:30 WIB
Jokowi Bantu Perbaikan Rumah Warga Dampak Bom Sibolga Datang ke rumah terduga teroris bom Sibolga, Presiden Jokowi memberikan bantuan kepada warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat, sedang, maupun ringan. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi lokasi terjadinya ledakan bom yang berasal dari rumah terduga teroris Husain alias Abu Hamzah, di Jalan KH Ahmad Dahlan, Gang Sekuntum, Kota Sibolga, Sumatera Utara, Minggu (17/3).

Jokowi mengaku kaget terjadi ledakan bom di Sibolga. Menurutdia, sejak berdiri 319 tahun lalu, Sibolga merupakan kota yang tentram, aman, dab damai.

"Sejak kota ini didirikan 319 tahun yang lalu, Sibolga ini kota yang tenteram, kota yang aman, kota yang selalu damai. Tidak ada perpecahan, tidak ada saling menghujat antara satu dengan yang lain," kata Jokowi lewat keterangan resmi Biro Pers Istana.


Jokowi berharap ledakan bom di rumah terduga teroris itu tak lantas membuat semangat kerukunan dan persatuan masyarakat Sibolga menjadi luntur. Sibolga sendiri mendapat julukan Kota Berbilang Kaum.


"Hubungan antar umat beragamanya sangat sangat baik, rukun, bersatu terus. Inilah ke depan yang terus harus kita jalin rasa persatuan kita, rasa kerukunan kita, rasa persaudaraan kita," ucapnya.

Jokowi turut menyambangi warga yang tempat tinggalnya mengalami kerusakan akibat ledakan bom terduga teroris. Ia juga segera menginstruksikan Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita untuk meninjau lokasi.

"Yang paling penting rumah yang rusak mulai dibangun dikerjakan. Yang (rusak) sedang juga sama, yang kaca-kaca rusak diganti biar bisa ditempati kembali," ujarnya.


Jokowi turut memberikan bantuan bagi para warga agar bisa segera membangun atau memperbaiki rumah mereka yang mengalami kerusakan.

Bantuan tersebut diberikan dalam besaran yang berbeda kepada warga yang tempat tinggalnya mengalami kerusakan berat, sedang, maupun ringan.

"Ini biar bisa segera untuk memulai pembangunan biar tidak kelihatan itu kayak lapangan dan akan menyebabkan trauma kita semua," ujarnya. (fra/end)