Tim Prabowo Sebut Ma'ruf Membiarkan Hoaks di Kubu Jokowi

CNN Indonesia | Selasa, 19/03/2019 10:31 WIB
Tim Prabowo Sebut Ma'ruf Membiarkan Hoaks di Kubu Jokowi Koordinator Jubir BPN, Dahnil Anzar menyebut Ma'ruf Amin membiarkan hoaks di depan mata. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak menyebut cawapres nomor urut 01 Kiai Ma'ruf Amin telah melakukan pembiaran terhadap fitnah dan hoaks yang terjadi di depan matanya.

Dahnil mengatakan Ma'ruf tak berusaha menghentikan penyebaran hoaks yang disampaikan oleh kalangannya sendiri.

"Saya kira itu adalah fakta hoaks ditebar di depan mata beliau sendiri, dan beliau tidak mencegah apalagi berusaha meluruskan," kata Dahnil kepada CNNIndonesia.com melalui pesan singkat, Selasa (19/3).


Pernyataan ini merujuk pada video viral di Twitter yang memperlihatkan seorang ulama menyebut bahwa Nahdlatul Ulama hanya akan menjadi fosil jika Ma'ruf kalah pada Pilpres 2019.


Dahnil pun menyindir sikap Ma'ruf Amin saat debat cawapres Pilpres 2019, Minggu (17/3). Saat itu, Ma'ruf menyebut dengan tegas akan memberantas hoaks di Indonesia.

"Padahal dengan penuh keyakinan beliau menyampaikan di debat akan melawan hoaks. Ibda binafsihi (mulai dari diri sendiri) agaknya pesan ini penting," kata Dahnil.

"Kalau orang Padang bilang, "Iyokan nan di urang, Laluan nan di awak" artinya, kalau yang melakukan fitnah itu orang lain atau rival maka akan tuduh dan label itu hoaks, tapi bila semburan-semburan hoaks masif mereka lakukan mereka abai tutup telinga dan tutup mata," lanjutnya.

BPN Sebut Ma'ruf Membiarkan Hoaks di Kubu SendiriCalon wakil presiden Ma'ruf Amin. (CNN Indonesia/Andry Novelino

Selain menyindir Ma'ruf, Dahnil juga mengkritik sikap aparat kepolisian yang abai dengan viralnya video tersebut. Dia membandingkan video itu dengan video emak-emak di Karawang yang viral beberapa waktu lalu.

Padahal, menurutnya, keduanya memiliki konten yang sama, yaitu menyebar hoaks dan fitnah terkait Islam.

"Ganjil, aparat kepolisian mereka nyaris tidak bertindak cepat dengan fitnah dan semburan-semburan hoaks yang dilakukan pihak pendukung Jokowi-Ma'ruf, tapi cepat sekali bergerak apabila yang melakukan adalah pendukung Prabowo-Sandi," kata dia.


Dahnil mengatakan aparat kepolisian sedang mempertontonkan ketidakadilan karena tidak bergerak atas video ulama yang menyebut tahlil dan Hari Santri akan hilang jika Ma'ruf kalah di pilpres.

"Perlakuan hukumnya sangat berbeda, jadi terang pihak kepolisian sedang mempertontonkan ketidakadilan secara demonstratif dan massif," katanya.

Sebelumnya beredar video yang merekam seorang ulama berceramah di hadapan Ma'ruf Amin. Video itu berdurasi 1 menit 26 detik dan direkam di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (16/3).

Dalam pernyataannya, ulama itu menyampaikan ada kelompok yang tidak suka dengan kalangan ahlussunnah wal Jamaah seperti warga NU. Menurutnya, kelompok ini kerap menyebut ritual keagamaan yang dijalankan NU sebagai bidah, musyrik, bahkan kafir.

"Mereka ini akan membuat sebuah kekuatan yang apabila terjadi maka akan menjadikan Islam mainstream seperti NU ini, seperti pesantren ini, hanya akan menjadi fosil di masa depan," ujar ulama tersebut dalam video yang diunggah akun Twitter @RajaPurwa, Senin (18/3). 


[Gambas:Video CNN] (tst/pmg)