Erwin Aksa Pilih Nonaktif dari Golkar Demi Prabowo-Sandi

CNN Indonesia | Selasa, 19/03/2019 11:15 WIB
Erwin Aksa Pilih Nonaktif dari Golkar Demi Prabowo-Sandi Politikus Golkar Erwin Aksa mendukung Prabowo-Sandi pada Pilpres 2019. (Detikcom/Julius Bramanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Politikus Erwin Aksa mengakui dukungannya pada calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Ia pun menyatakan nonaktif dari kepengurusan Partai Golkar.

Dukungan keponakan Wakil Presiden Jusuf Kalla ini ditunjukkan dengan kehadirannya saat debat cawapres di Hotel Sultan, Jakarta, pada Minggu (17/3) malam lalu. Erwin saat itu terlihat mengenakan pakaian berlogo 02.

"Terkait pilihan saya untuk calon presiden dan calon wakil presiden 2019-2024, perlu saya sampaikan bahwa memang betul saya mendukung pasangan calon nomor urut 02 Prabowo-Sandi," ujar Erwin melalui keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Selasa (19/3).


Sebagai politikus Golkar, Erwin menyadari bahwa dukungannya pada Prabowo-Sandi tidak sejalan dengan Golkar yang menjadi salah satu partai pengusung Joko Widodo-Ma'ruf Amin.


Erwin memilih untuk nonaktif sementara dari kepengurusan Partai Golkar sampai proses pilpres itu selesai. Ia juga menyampaikan permohonan maaf pada seluruh kader Partai Golkar karena berbeda pilihan.

"Saya mohon maaf kepada seluruh kolega dan kader Partai Golkar di seluruh Indonesia, dan dengan ini saya menyatakan nonaktif dari kepengurusan Partai Golkar sampai proses pencapresan selesai," ucap Erwin.

Erwin menegaskan dukungannya pada Prabowo-Sandi merupakan pilihan pribadi. Ia juga mengklaim tak pernah menggunakan atribut Partai Golkar saat mendukung pasangan calon nomor urut 02 itu.

"Pilihan saya ini adalah pilihan pribadi dan dalam hal kampanye maupun sosialisasi capres-cawapres selama ini saya tidak pernah mengatasnamakan dan menggunakan atribut Partai Golkar," katanya.

Dukung Prabowo-Sandi, Erwin Aksa Nonaktif dari Partai GolkarSuasana saat penyampaian Pidato Kebangsaan pasangan capres dan cawapres nomor ururt 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Erwin mengatakan perbedaan pilihan dengan partai yang menaunginya itu merupakan hal wajar dalam proses demokrasi. Ia meminta agar perbedaan itu disikapi secara bijak dan tidak dipandang negatif.

Erwin mengaku sejak lama telah bersahabat dengan Sandi yang pernah menjabat sebagai Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) dan aktif di Kamar Dagang Indonesia (Kadin). Ia juga yang menggantikan Sandi menjadi ketua umum Hipmi saat penyelenggaraan musyawarah nasional di Bali.


"Kami punya ikatan emosional yang tidak bisa kami hilangkan dan lupakan. Kami memiliki hubungan persahabatan yang hakiki. Saya menggantikan Sandi menjadi ketua umum Hipmi dan Sandi pula yang membantu saya, sehingga bisa menjadi ketua umum Hipmi," tuturnya.

Erwin menegaskan persahabatannya dengan Sandi merupakan hal yang lebih penting dari segalanya. Ia tak ingin persahabatannya dengan Sandi terputus hanya karena berbeda pilihan politik.

"Nilai-nilai persahabatan harus terus dipupuk karena nilai-nilai persahabatan adalah modal sosial yang sangat penting bagi pembangunan Indonesia," ujar Erwin.

Erwin mendukung Prabowo-Sandi di Pilpres 2019, namun ia menyatakan tidak tergabung dalam BPN.

Pihak Golkar sendiri menyatakan bakal menindak Erwin melalui mekanisme majelis etik partai. Erwin dianggap bersikap tak sesuai dengan kebijakan Partai Golkar untuk mendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019.

(psp/pmg)