Soal Plt Ketum Suharso, PPP Dengar Mbah Moen daripada AD/ART

CNN Indonesia | Selasa, 19/03/2019 21:22 WIB
Soal Plt Ketum Suharso, PPP Dengar Mbah Moen daripada AD/ART Mbah Moen diklaim menunjuk Suharso Monoarfa menjadi plt Ketum PPP. (Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arwani Thomafi bercerita bahwa penunjukan Suharso Monoarfa sebagai plt Ketua Umum PPP berawal dari adanya persetujuan atau fatwa Ketua Majelis Syariah PPP KH Maimun Zubair atau Mbah Moen yang merestuinya.

Ia menyatakan persetujuan Mbah Moen itu sangat penting untuk memberikan legitimasi kepada Suharso menjabat Plt Ketua Umum partai berlambang Ka'bah itu.

Hal itu ia katakan sekaligus untuk merespons pernyataan Ketua DPP PPP Rudiman yang menyebut penunjukan Suharso sebagai Plt Ketua Umum PPP tidak memenuhi syarat sebagaimana ketentuan yang tertuang dalam AD/ART PPP.


"Saya sebagai politisi yang berlatar belakang santri tentu melihat bahwa fatwa yang disampaikan oleh Mbah Moen itu penting ya," kata Arwani di Kompleks MPR/DPR, Jakarta, Selasa (19/3).


Arwani menyatakan keputusan penunjukan Suharso sebagai Plt Ketum PPP sah secara konstitusional.

Tak hanya berdasarkan Fatwa Mbah Moen, ia menegaskan seluruh elit dan peserta rapat harian PPP pada Sabtu (16/3) lalu telah menyetujui penunjukan tersebut.

"Semua peserta rapat harian DPP termasuk para waketum bersama dengan para ketua majelis itu menyepakati keputusan itu,'' kata dia.


Arwani pun tak mempersoalkan bila ada kader PPP yang masih mempersoalkan keputusan tersebut. Ia menyatakan kader-kader tersebut bisa menyampaikannya di forum Mukernas PPP yang akan digelar Rabu (20/3) esok.

"Misalnya ada yang masih mempertanyakan saya kira kita harus menghargai, dan bisa saja nanti disampaikan dan kita diskusikan kita musyawarahkan," kata dia.

Selain itu, Arwani menyatakan agenda Mukernas digelar untuk melakukan konsolidasi partai menuju Pemilu 2019 yang tinggal 28 hari lagi.


Ia menyatakan mesin parpol dari tingkat pusat sampai daerah terus berjalan untuk meraih target tiga besar di Pemilu 209 meskipun telah berganti nakhoda ketua umum partai.

"Ibaratnya kita di sebuah bus ya, sudah berjalan sekian kilometer menuju 17 April harus nyampe ke satu tempat, di tengah jalan sopirnya harus berhenti, harus turun, kita enggak perlu terlalu berdebat panjang harus siapa supirnya, yaudah pokoknya jalan tinggal ngegas aja," kata dia.

(rzr/DAL)