Wujudkan Satu Kartu, Sandi Sindir Jokowi Buy Back Indosat

CNN Indonesia | Kamis, 21/03/2019 04:42 WIB
Wujudkan Satu Kartu, Sandi Sindir Jokowi Buy Back Indosat Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno. (CNN Indonesia/Farid Miftah Rahman).
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon Wakil Presiden Nomor Urut 02 Sandiaga Uno mengaku akan menjajaki kerja sama dengan perusahaan telekomunikasi seperti Indosat dan Telkomsel untuk mewujudkan Single Identification Number (SIN) lewat satu kartu sakti berupa e-KTP.

Sandi mengatakan, rencana satu kartu itu akan direalisasi jika dirinya terpilih menjadi wapres mendampingi Prabowo Subianto di Pilpres 2019.

"Kita bicara dengan Qatar, bagaimana kita kolaborasi. Indonesia bisa punya kedaulatan datanya sehingga nanti sistem integrasi SIN dengan penggunaan big data itu bisa dikawal dengan perusahaan dan dikontrol oleh perusahaan seperti Telkomsel dan Indosat," kata Sandi di Kawasan Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur, Rabu (20/3).


Menurut Sandi industri big data ini tak hanya bisa mewujudkan SIN melalui e-KTP, tetapi juga bisa menciptakan lapangan kerja hingga pelayanan publik yang lebih baik di sektor komunikasi yang lebih besar.

Untuk itu, Sandi pun akan mendorong agar penguasaan data melalui kerja sama ini bisa terwujud salah satunya dengan mengakuisisi Indosat.

"Bagaimana industrialisasi lapangan kerja, nah salah satu yang mau kita dorong adalah dengan KTP elektronik, tapi kita juga harus menguasai data," kata Sandi.

Lebih lanjut Sandi juga memastikan jika hal itu terwujud, maka pusat segala informasi yang berkaitan dengan SIN akan tetap ada di Indonesia.

"Pusat datanya ada di Indonesia. Ya harus bikin, dan berupa kolaborasi. Akan kita ajak bergabung, Telkomsel kan mayoritasnya Indonesia kalau Indosat kan mayoritasnya masih pihak Qatar," ujar dia.

Apalagi hal pertama yang hendak dilakukan Prabowo-Sandi jika terpilih adalah mengakuisisi Indosat.

Sandi pun menyindir salah satu janji Presiden Joko Widodo yang tak kunjung kembali mengakuisisi Indosat ke Tanah Air. Ide tersebut kata dia cukup baik. Hanya saja Jokowi kurang serius melaksanakannya.

"Menurut saya belum diseriusin aja. Dan sebetulnya ide Pak Jokowi untuk mem-buy back Indosat itu bagus. Dan di bawah Prabowo-Sandi akan kita usahakan," kata dia. (tst/osc)