JK soal 'Satu Kartu' Sandi: e-KTP Masih Kurang Canggih

CNN Indonesia | Rabu, 20/03/2019 00:13 WIB
JK soal 'Satu Kartu' Sandi: e-KTP Masih Kurang Canggih Wakil Presiden Jusuf Kalla. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai rencana cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno menerapkan 'satu kartu' lewat e-KTP untuk semua layanan akan sulit terealisasi. Hal ini tak lepas dari fasilitas teknologi e-KTP di Indonesia yang masih kurang canggih.

"Secara teknis bisa karena ada chip-nya, tapi mungkin teknologi masih kurang, belum cepat. Jadi ya e-KTP saja masih ketinggalan, apalagi mau diisi segala macam di situ," ujar JK di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (19/3).

Sandi dalam debat cawapres Minggu (17/3) lalu menyatakan bahwa untuk melayani berbagai program pemerintah cukup menggunakan satu kartu berupa e-KTP.


JK mengatakan, sejak awal pemerintahan Jokowi telah berniat membuat e-KTP sebagai satu data kependudukan yang terintegrasi. Selain sebagai identitas diri, e-KTP diharapkan juga dapat digunakan untuk kepentingan fasilitas kesehatan hingga Surat Izin Mengemudi.

"Ya niatnya memang seperti itu, jadi one single ID. Tapi untuk pemilu saja masih kurang," katanya.

Untuk kepentingan pemilu, lanjut JK, masih ada masyarakat yang terancam tak dapat mencoblos lantaran belum memiliki e-KTP. Kendala kepemilikan e-KTP ini umumnya terjadi di daerah yang jauh dan memiliki kesulitan akses.

"Yang tinggal di desa-desa jauh itu mestinya bisa pakai undangan atau yang lain sesuai aturan yang ada," ucap JK.

Sandi sebelumnya menyatakan bahwa e-KTP merupakan kartu super canggih karena sudah memiliki chip dan teknologi sesuai Revolusi Industri 4.0. Menurutnya, semua layanan mestinya bisa terlayani hanya dengan e-KTP.

Pernyataan ini sekaligus menyindir program kartu capres petahana Joko Widodo yang memamerkan sejumlah kartu, yakni KIP Kuliah, Kartu Sembako Murah, dan Kartu Prakerja.

(psp/osc)