Wiranto: Jangan Takut dengan Pergerakan Massa Pemilu 2019

CNN Indonesia | Jumat, 22/03/2019 15:34 WIB
Wiranto: Jangan Takut dengan Pergerakan Massa Pemilu 2019 Menkopolhukam minta warga jangan percaya hoaks dan Pemilu 2019 tidak aman. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto mengatakan masyarakat tak perlu takut terhadap isu-isu maupun pergerakan massa jelang Pemilu 2019.

Wiranto menyebut aparat TNI dan Polri telah disiagakan 24 jam dalam sehari untuk menjaga pemilu ataupun pilpres 2019 berjalan aman dan lancar.

"Masyarakat tidak boleh takut, tidak perlu memikirkan hoaks-hoaks, isu-isu yang menyesatkan yang seakan-akan pemilu akan terganggu, tidak aman, dan sebagainya. Juga pergerakan massa dan sebagainya. Itu nanti jadi tugas komponen keamanan," kata Wiranto saat ditemui di Landasan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (22/3).


Wiranto menyebut 453.133 orang personel TNI dan Polri disiagakan jelang Pemilu 2019. Lalu ditambah tenaga dari organisasi masyarakat sekitar 200 ribu orang.


Wiranto menyebut aparat TNI dan Polri siap menjaga bahkan hingga ke TPS. Kesiagaan ini disebutnya menjadi jaminan penyelenggaraan Pemilu 2019 aman dan lancar.

"Aparat kepolisian dan komponen masyarakat lainnya siap untuk mengawal masyarakat dari kediamannya sampai ke TPS, bahkan sampai penghitungan suara," ujarnya.

Selain itu, Wiranto mengingatkan kepada elite politik bahwa gelaran ini adalah kontestasi beradu gagasan untuk kepentingan rakyat. Bukan ajang untuk saling menjatuhkan.

"Sehingga seharusnya tidak ada suasana panas, suasana saling menjatuhkan, saling membuat hoaks untuk menjatuhkan lawan karena ini pesta demokrasi," tutur dia.


Terkait dengan pengamanan Pemilu 2019, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi mengatakan pihaknya menyiapkan sejumlah penembak jitu untuk pengamanan tahapan Pemilu 2019, mulai dari kampanye terbuka hingga pemungutan suara.

Dia mengatakan meski situasi aman, TNI dan Polri tidak akan meremehkan ancaman dan gangguan yang mungkin terjadi. 

"Kami siapkan semua, kami tidak 'underestimate'," katanya.

Kodam yang membawahi wilayah pertahanan Jateng dan DIY ini menyiagakan sekitar 14 ribu tentara untuk mendukung pelaksanaan pemilu. Dia mengatakan sebanyak 12 ribu personel akan mulai dikerahkan untuk mendukung pengamanan di bawah kendali Polri.

[Gambas:Video CNN] (dhf/DAL)