Kodam Diponegoro Siapkan Sniper untuk Pemilu 2019

CNN Indonesia | Jumat, 22/03/2019 13:41 WIB
Kodam Diponegoro Siapkan <i>Sniper</i> untuk Pemilu 2019 Ilustrasi prajurit TNI. (ANTARA FOTO/Iwan Adisaputra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kodam IV/Diponegoro menyiapkan sejumlah penembak jitu untuk pengamanan tahapan Pemilu 2019, mulai dari kampanye terbuka hingga pemungutan suara.

"Kami siapkan semua, kami tidak 'underestimate'," kata Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi usai gelar pasukan pengamanan kampanye terbuka Pemilu 2019 di Semarang, dikutip Antara, Jumat (22/3).

Dia mengatakan meski situasi aman, TNI dan Polri tidak akan meremehkan ancaman dan gangguan yang mungkin terjadi. "Mudah-mudahan tidak digunakan, artinya aman," katanya.


Kodam yang membawahi wilayah pertahanan Jateng dan DIY ini menyiagakan sekitar 14 ribu tentara untuk mendukung pelaksanaan pemilu. Dia mengatakan sebanyak 12 ribu personel akan mulai dikerahkan untuk mendukung pengamanan di bawah kendali Polri.


"Ada dua ribu cadangan di tangan saya yang siap diterjunkan," tegasnya.

Dia menyatakan mulai 24 Maret 2019, personel TNI sudah siap diperbantukan untuk pengamanan pemilu di bawah kendali satuan Polri di masing-masing wilayah.

Sebelumnya Kapolda Jawa Tengah Irjen Condro Kirono menyebutkan sebanyak 35 ribu personel gabungan TNI dan Polri diterjunkan untuk pelaksanaan pengamanan kampanye terbuka Pemilu 2019.

"Dari kepolisian disiagakan 23 ribu personel, ditambah penguatan dari TNI sebanyak 12 ribu," kata Condro.

Kampanye rapat umum akan mulai digelar pada 24 Maret 2019. Dalam kampanye terbuka tersebut, kata dia, peserta kampanye dibolehkan memobilisasi massa.

Kodam Diponegoro Siapkan Penembak Jitu untuk PemiluIlustrasi prajurit TNI bersiap menaiki helikopter menuju Nduga, Papua. (ANTARA FOTO/Iwan Adisaputra)
Pemilu di Nduga

Di lokasi berbeda, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayor Jenderal TNI Sisriadi juga mengatakan pihaknya saat ini masih menunggu permintaan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait distrisbusi logistik Pemilu 2019 ke daerah rawan konflik, seperti Nduga, Papua.

Pernyataan itu menyusul konflik dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Nduga yang masih terus berlangsung.

"Kami tidak ambil inisiatif, tapi atas permintaan. Kalau KPU masih mampu melakukannnya, kita amankan biasa. Akan tetapi kalau tidak mampu dan meminta TNI mengirimkan bantuan logistik, kita bantu," ujar Sisriadi saat ditemui di Landasan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (22/3).


Dia mengatakan saat ini TNI masih melakukan operasi bersama Polri untuk memburu daftar pencarian orang (DPO) KKB di Nduga. Sisriadi menyebut bakal menangkap para DPO hidup atau mati.

Terkait pengamanan Pemilu 2019 di Nduga, TNI menyiapkan pengamanan khusus sesuai koordinasi dengan KPU.

"Pengaman pemilu sudah kita set berdasarkan kerawanan-kerawanan yang disampaikan KPU. Jadi tingkat kerawan KPU tetap kita laksanakan pengamannya, tentu akan spesifik penanggulangannya," ucapnya.

Nduga merupakan daerah rawan setelah konflik antara aparat keamanan dengan KKB terjadi berulang kali. KKB pimpinan Egianus Kogoya yang memicu gesekan pada 7 Maret lalu dan menewaskan tiga orang anggota TNI.

Polri juga berencana memperketat pengamanan pemilu usai tiga orang anggota Brimob diserang KKB. Satu di antara meninggal dunia, sedangkan dua lainnya luka-luka.

"Sehingga jangan sampai pesta demokrasi ini diwarnai aksi-aksi itu. Polri di-back up TNI sudah melakukan perencanaan pengaman strategis di daerah itu, berbeda dengan daerah lain," kata Kadiv Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Rabu (20/3).

[Gambas:Video CNN] (dhf)