TKN Jokowi Minta Kubu Prabowo Lapor Dewan Pers soal Metro TV

CNN Indonesia | Jumat, 22/03/2019 21:05 WIB
TKN Jokowi Minta Kubu Prabowo Lapor Dewan Pers soal Metro TV Jubir TKN Arya minta BPN Prabowo-Sandiaga tak memboikot debat Capres 2019 yang disiarkan Metro TV. (CNN Indonesia/Ramadhan Rizki Saputra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin meminta Badan Pemenangan nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno melapor ke Dewan Pers apabila tak setuju stasiun televisi Metro TV sebagai penyelenggara debat capres keempat, Minggu (30/3) mendatang.

"Kalau memang Metro TV dianggap melanggar UU atau tidak independen, lapor saja ke Dewan Pers, bukan dengan memboikot," ujar juru bicara TKN Arya Sinulingga kepada CNNIndonesia.com, Jumat (22/3).

Arya menilai, sikap kubu Prabowo atas keberatan itu terlalu berlebihan. Ia membandingkan dengan sikap TKN yang diklaim tetap menghargai jika ada media penyelenggara debat yang tak pro dengan kubu Jokowi-Ma'ruf.


"Kami kalau ada televisi atau media yang tidak terlalu pro, kita tetap hargai kok. Tidak boikot," katanya.


Terlebih, lanjut Arya, keberadaan media telah diatur dalam UU Pers. Sehingga jika ada sesuatu yang melanggar, termasuk dalam debat Pilpres 2019. Media tersebut dapat dikenai sanksi sesuai aturan yang berlaku dalam UU Pers.

"Jadi enggak perlu repot, gitu loh. Dengan cara (keberatan) begitu malah tidak menghargai pers. Kita harus tetap siapa pun penyelenggaranya setuju, enggak menolak," ucapnya.


BPN Prabowo-Sandi sebelumnya telah menyampaikan keberatan atas ditetapkannya Metro TV sebagai penyelenggara debat capres keempat oleh KPU.

Pihak BPN keberatan lantaran pemberitaan tentang Pilpres 2019 selama ini di Metro TV dianggap tak berimbang.

Metro TV sendiri diketahui sebagai stasiun televisi swasta milik Surya Paloh yang juga Ketua Umum Partai Nasdem. Di Pilpres 2019, Nasdem merupakan salah satu pengusung Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019.

[Gambas:Video CNN] (psp/DAL)