BPN Minta Polri Jaga Netralitas dalam Pilpres 2019

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 23/03/2019 00:59 WIB
BPN Minta Polri Jaga Netralitas dalam Pilpres 2019 ilustrasi. (REUTERS/Willy Kurniawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Suhendra Ratu Prawiranegara mengatakan semestinya Polri bisa menjaga profesionalismenya dalam Pilpres 2019 ini.

Jika pun ada oknum yang tak netral dia berharap mereka bisa kembali sadar dan dapat kembali pada pedoman Tiga Azas Kewajiban atau Tri Brata dan Catur Prasetya sebagai insan bhayangkara sejati.

"Jadi sebaiknya, dari level Kapolri sampai level bhayangkara yang paling bawah menjaga marwah dan memedomani Tri Brata ini," kata Suhendra di Jakarta, Jumat (22/3).


Jika para aparat ini bisa berpegang teguh pada konsep Tri Brata maka kata dia, profesionalisme dan marwah kepolisian pun bisa tetap baik di mata masyarakat.
"Masyarakat akan percaya pada aparat polri," katanya.

Hal sama juga diungkapkan oleh pengamat politik dari Voxpol Research and Consulting Pangi Syawi Chaniago. Menurut dia, sudah jelas terlihat bahwa dari survei pun kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri justru menurun.

"Dari survei saja terlihat institusi Polri cuma 51-58 lah yang masyarakat yakin, jadi jauh," kata Pangi.

Dari temuan ini, Pangi menyoroti kepercayaan publik terhadap Polri yang menyentuh 50 persen. Karena itu, ia mengingatkan agar Korps Bhayangkara segera memperbaiki citra tersebut agar kembali dipercaya masyarakat.
Lagi pula kata dia, jika Polri bersikap netral bukan tidak mungkin hal ini justru bisa mendongkrak elektabilitas petahana. Begitu juga sebaliknya, selama publik mempertanyakan netralitas Korps Bhayangkara, elektabilitas petahana juga bisa merosot.

"Jadi kalau ingin elektabilitas Jokowi naik, Polri harus dibenerin, ditempatkan lagi pada tempat yang benar," kata Pangi. (tst/age)